HANKAM

Perkuat Pertahanan Laut, TNI AL Tambah Brigade Infanteri Marinir di Wilayah Kepulauan

Panglima Korps Marinir (Pangkormar) Letjen (Mar) Endi Supardi
Panglima Korps Marinir (Pangkormar) Letjen (Mar) Endi Supardi saat mengikuti konferensi video dengan KSAL Laksamana Muhammad Ali, di Malang, Jawa Timur, Senin (12/10). (Foto: Dok. Dispen Kormar)

Jakarta, IDM – TNI AL bakal menambah satuan brigade infanteri (brigif) Marinir di sejumlah wilayah kepulauan Indonesia. Ekspansi ini disiapkan untuk memperluas jangkauan operasi sekaligus memperkuat pengamanan di wilayah laut nasional.

Rencana pembentukan satuan baru tersebut dibahas dalam konferensi video jajaran TNI AL dan Korps Marinir dari Markas Pusat Latihan Pertempuran (PLP) 4 Purboyo, Malang Selatan, Jawa Timur, Senin (12/10). Pengarahan ini digelar untuk menindaklanjuti instruksi Presiden terkait penguatan kesiapan operasional prajurit.

Baca Juga: KSAL Beri Kenaikan Pangkat Luar Biasa ke Prajurit Marinir Penumpas 3 OPM di Papua

"Pembahasan mencakup rencana validasi organisasi melalui penambahan satuan brigade infanteri Marinir di sejumlah wilayah kepulauan Indonesia untuk memperkuat postur pertahanan dan mengoptimalkan kesiapan satuan," tulis Dispen Kormar dalam keterangan resminya, dikutip Selasa (13/10).

Rencana pembentukan brigif baru di wilayah kepulauan ini melanjutkan penguatan organisasi di tubuh Korps Marinir. Sebelumnya, TNI AL meresmikan Brigif 6 Marinir yang membawahi empat Batalion Infanteri (Yonif) baru di Tanjung Burung, Tangerang, Banten, serta Cilamaya, Karawang, Jawa Barat. Satuan tersebut dikukuhkan langsung oleh Presiden Prabowo Subianto saat peringatan HUT ke-81 TNI di Mabes TNI Cilangkap, Jakarta Timur, Senin (5/10).

Baca Juga: TNI AL Rencanakan Pembentukan Batalion Sniper dan Satuan Udara Marinir

Selain memperluas sebaran brigif, TNI AL juga menyiapkan pembentukan batalion sniper serta penambahan satuan bantuan udara khusus Marinir. Dukungan alat utama sistem persenjataan (alutsista) baru turut disiagakan untuk meningkatkan ketepatan dan kesiapan tempur prajurit di lapangan.

Pengembangan struktur dan persenjataan ini melengkapi keberhasilan operasi Korps Marinir di daerah rawan. Belum lama ini, pasukan Marinir yang tergabung dalam Satgas Koops TNI Habema sukses melumpuhkan tiga anggota Organisasi Papua Merdeka (OPM) di Papua. Atas prestasi pertempuran tersebut, Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana Muhammad Ali menganugerahkan Kenaikan Pangkat Luar Biasa (KPLB) kepada para prajurit yang terlibat.

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.