Perkuat Operasi Bawah Air, TNI AL Kirim 12 Prajurit Penyelam Elite ke Korsel

Jakarta, IDM – TNI AL menerjunkan 12 prajurit penyelam elite ke Korea Selatan. Pengiriman pasukan khusus ini bertujuan mengasah kemampuan operasi penyelaman dan penyelamatan bawah air dalam ajang latihan bersama (Latma) DIVEX 2026.
Tim khusus tersebut terdiri dari 10 personel Komando Penyelam dan Penyelamatan Bawah Air (Koppeba) serta 2 prajurit Komando Pasukan Katak (Kopaska). Di bawah pimpinan Wakil Komandan Satkoppeba 3 Letkol Laut (S) Mz Lerry, pasukan pilihan ini beroperasi di Pangkalan Angkatan Laut Jinhae dan Perairan Pulau Jeju hingga Minggu (30/8).
Baca Juga: TNI AD: Jembatan Pongpet Pangandaran tidak Ambruk, Hanya Miring Usai Dilintasi 50 Orang
Latihan tahunan bergilir bersama Angkatan Laut Korea Selatan (ROKN) ini berfokus pada peningkatan keahlian prajurit, terutama untuk operasi penanggulangan bencana dan bantuan kemanusiaan atau Humanitarian Assistance and Disaster Relief (HADR).
Staf Khusus Kepala Staf Angkatan Laut Laksma TNI Baroyo Eko Basuki memantau langsung aksi para prajurit di lokasi. Baroyo menegaskan agenda internasional ini menjadi fondasi penting bagi diplomasi pertahanan kedua negara.
"Latihan ini merupakan platform strategis untuk berbagi pengalaman dan mengadopsi teknik penyelaman militer modern. Hal ini pada akhirnya akan meningkatkan kesiapan dan profesionalisme kedua angkatan laut dalam menjaga stabilitas keamanan maritim di kawasan," ujar Baroyo dalam keterangan Dispenal, dikutip Senin (31/8).
Lewat gemblengan bersama di perairan Korea Selatan ini, TNI AL dan ROKN memantapkan kesiapan personel dalam menghadapi berbagai ancaman maritim maupun kedaruratan bawah air di kawasan regional.
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































