HANKAM

Perkuat Kerja Sama Pertahanan, Menhan Sjafrie Bertemu Menteri Pertahanan Turki di Ankara

Menteri Pertahanan RI, Sjafrie Sjamsoeddin
Menteri Pertahanan RI, Sjafrie Sjamsoeddin, melakukan pertemuan dengan Menhan Turki di Aselsan, Ankara, Turki, Jumat (9/1). (Foto: Dok. Tim Media Menhan SS)

Jakarta, IDM – Berlangsung di kompleks salah satu industri pertahanan Turki, Aselsan, Menteri Pertahanan, Sjafrie Sjamsoeddin, bertemu dengan Menteri Pertahanan Turki, Kepala Staf Angkatan Bersenjata Turki, dan Presidency of Defense Industries (SSB) di Ankara, Turki, Jumat (9/1).

Pertemuan tersebut dalam kerangka penguatan kerja sama pertahanan antara Indonesia-Turki sekaligus menjadi komitmen kedua negara untuk terus mendorong kerja sama yang saling menguntungkan dan berorientasi jangka panjang.

Indonesia, tekan Menhan Sjafrie, memandang Turki sebagai mitra strategis dalam upaya memperkuat kemandirian pertahanan nasional.

Baca Juga: Percepat Pemulihan Infrastruktur Lokasi Bencana, KRI Banda Aceh-593 Bawa Alat Berat dan Logistik ke Lhokseumawe

“Kerja sama diarahkan untuk mendukung pembangunan ekosistem industri pertahanan yang berkelanjutan, peningkatan profesionalisme prajurit, serta penguatan kapasitas pertahanan dalam menghadapi dinamika lingkungan strategis global,” kata Menhan Sjafrie.

Usai pertemuan, Menhan Sjafrie meninjau fasilitas industri pertahanan Aselsan untuk mendapatkan gambaran umum mengenai kapabilitas dan perkembangan teknologi yang dimiliki Turki.

“Kunjungan ini menjadi bagian dari upaya memperluas pemahaman dan membuka peluang kerja sama yang lebih konkret di masa mendatang,” tulis siaran pers Kemhan yang diterima, Jumat (9/1) malam.

Untuk memastikan implementasi kerja sama pertahanan yang sudah ada, Indonesia dan Turki sepakat menjaga komunikasi dan koordinasi yang intensif. Hal tersebut dilakukan agar kerja sama kedua negara berjalan secara efektif dan berkelanjutan.

Baca Juga: Rotasi Jabatan, Pangkoopsudnas Pimpin Sertijab Pangkodau II

Seperti diketahui, salah satu kerja sama pertahanan Indonesia-Turki adalah pembentukan joint venture antara Aselsan dengan salah satu perusahaan pertahanan asal Indonesia, Republikorp.

Pembentukan kerja sama ini sesuai dengan penandatanganan perjanjian kerja sama yang berlangsung saat pameran pertahanan internasional Defence and Security Equipment International (DSEI) 2025 di London.

Melalui kerja sama ini, Indonesia mengukuhkan komitmen untuk mencapai produksi sistem komunikasi taktis secara lokal. Kedua belah pihak sepakat untuk bekerja sama dalam alih teknologi secara bertahap, berbagi pengetahuan teknis, serta menjaga standar mutu internasional. (nhn)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.