HANKAM

Perkuat Kepemimpinan Satuan, Ratusan Perwira TNI Lulus Sekkau A-118 dan Penyetaraan A-1

Komandan Kodiklatau Marsdya TNI T.B.H Age Wiraksono
Komandan Kodiklatau Marsdya TNI T.B.H Age Wiraksono menutup pendidikan Sekkau A-118 dan Sekkau Penyetaraan A-1 di Sekkau, Halim Perdanakusuma, Jakarta. (Foto: Dok. Dispenau)

Jakarta, IDM – Sebanyak 111 perwira TNI lintas matra berhasil menyelesaikan pendidikan Sekolah Komando Kesatuan Angkatan Udara (Sekkau) Angkatan ke-118 dan Sekkau Penyetaraan Angkatan ke-1.

Ratusan perwira tersebut terdiri atas 105 perwira siswa (Pasis) Sekkau A-118, yang meliputi 96 perwira TNI Angkatan Udara (TNI AU), empat perwira TNI Angkatan Darat (TNI AD), empat perwira TNI Angkatan Laut (TNI AL), dan seorang perwira dari Malaysia.

Selain itu, terdapat enam perwira siswa Sekkau Penyetaraan A-1. Pendidikan Sekkau A-118 berlangsung sejak 2 Februari 2026, sedangkan Sekkau Penyetaraan A-1 dimulai pada 4 April 2026.

Baca Juga: Di Hadapan Pasis Sesko, Menhan Sjafrie Jabarkan Arah Pembangunan Kekuatan TNI

Melansir siaran pers Dinas Penerangan TNI Angkatan Udara (Dispenau), Minggu (24/5), dari ratusan perwira yang ambil bagian dalam pendidikan tersebut, Kapten Pnb Apriyanto Ismail dinobatkan sebagai "Siswa Terbaik Sekkau A-118". Sementara penghargaan "Penulis Taskap Terbaik" diraih Kapten Pnb Juliar Dwidya Firansyah, melalui karya yang berjudul “Optimalisasi Kemampuan Skadron Udara 12 Guna Mendukung Transisi Pesawat Rafale”.

Upacara penutupan
Upacara penutupan pendidikan Sekkau A-118 dan Sekkau Penyetaraan A-1 di Sekkau, Halim Perdanakusuma, Jakarta. (Foto: Dok. Dispenau)

Sekkau merupakan salah satu jenjang pendidikan pengembangan bagi perwira TNI yang bertujuan untuk membentuk kemampuan kepemimpinan, manajerial staf, serta profesionalisme guna menghadapi tantangan tugas di masa depan.

Berakhirnya pendidikan ditandai dengan upacara penutupan yang dipimpin oleh Komandan Komando Pembinaan Doktrin, Pendidikan, dan Latihan TNI Angkatan Udara (Dankodiklatau) Marsdya TNI T.B.H Age Wiraksono di Sekkau, Halim Perdanakusuma, Jakarta, Jumat (22/5).

Baca Juga: Lantik 207 Perwira Baru TNI AU, KSAU Tekankan Pentingnya SDM yang Adaptif di Tengah Dinamika Ancaman

Mengawali sambutannya, Dankodiklatau menyampaikan apresiasi sekaligus ucapan selamat kepada para perwira atas keberhasilan menyelesaikan pendidikan. “Keberhasilan tersebut harus menjadi motivasi untuk meningkatkan kualitas pengabdian kepada TNI Angkatan Udara, bangsa, dan negara,” ujar Age Wiraksono.

Lebih lanjut, Dankodiklatau berharap agar para lulusan Sekkau dapat menjadi perwira yang adaptif, berintegritas, serta mampu menjadi motor penggerak kemajuan melalui kepemimpinan serta kinerja terbaik di tempat penugasan masing-masing. Harapan tersebut juga sejalan dengan fase akselerasi pembangunan kekuatan yang saat ini tengah dijalani oleh TNI AU. (yas)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.