HANKAM

Perkuat Keamanan Perbatasan RI–Malaysia, Panglima 3 Briged TDM Kunjungi Satgas Yonarmed 13 Nanggala

Rokib Hanafi
Dansatgas Pamtas RI–Malaysia Yonarmed 13/Nanggala Letkol Arm Rokib Hanafi (kanan), menerima kunjungan Panglima 3 Briged Tentera Darat Malaysia (TDM) Brigadier Jeneral Zulkinine bin Yusuf ke Pos Gabma Nanga Badau, Kabupaten Kapuas Hulu. (Foto: Dok. Penkostrad)

Jakarta, IDM – Panglima 3 Briged Tentera Darat Malaysia (TDM), Brigadier Jeneral Zulkinine bin Yusuf berkunjung ke Pos Gabma Nanga Badau Satgas Pamtas RI-Malaysia Yonarmed 13/Nanggala/11 Kostrad, di Kabupaten Kapuas Hulu.

Kunjungan ini menjadi upaya mempererat hubungan bilateral sekaligus meningkatkan koordinasi pengamanan di wilayah perbatasan.

Kunjungan ini disambut langsung oleh Dansatgas Pamtas RI–Malaysia Yonarmed 13/Nanggala, Letkol Arm Rokib Hanafi bersama jajaran perwira staf dan personel pos gabungan. Agenda dimulai dengan penyambutan resmi, dilanjutkan peninjauan sarana dan prasarana pos sebagai bagian dari penguatan komunikasi dan koordinasi antar unsur pengamanan kedua negara.

Baca Juga: Latsarmil Komcad ASN Gelombang Dua Resmi Ditutup, Kabacadnas Pastikan Kouta Tahun Ini Terpenuhi

Suasana keakraban semakin terasa dalam kegiatan ramah tamah yang disertai pertukaran cinderamata. Momen tersebut menjadi simbol persahabatan sekaligus komitmen menjaga hubungan baik antara TNI dan TDM. Rangkaian kunjungan ditutup dengan foto bersama yang mencerminkan eratnya hubungan kerja sama lintas batas.

Dansatgas menegaskan bahwa kunjungan ini memiliki nilai strategis dalam menjaga keharmonisan dan solidaritas antarunsur pengamanan perbatasan.

“Koordinasi dan komunikasi yang baik merupakan bagian penting dalam menjaga stabilitas, keamanan, dan ketertiban di sepanjang wilayah perbatasan,” ujarnya dikutip dari siaran pers Penkostrad, Selasa (29/9).

Sementara itu, Brigadier Jeneral Zulkinine bin Yusuf menyampaikan apresiasi atas sambutan hangat dari jajaran Satgas Yonarmed 13/Nanggala dan menekankan pentingnya sinergi dalam menghadapi tantangan keamanan kawasan.

Baca Juga: Kolonel TNI AU Berhasil Tuntaskan Pendidikan Setingkat Lemhannas di Thailand

Wilayah perbatasan RI–Malaysia, khususnya di Kalimantan Barat dan Sarawak, memiliki dinamika yang kompleks. Selain menjadi jalur resmi perdagangan lintas batas, kawasan ini juga rawan terhadap aktivitas ilegal seperti penyelundupan barang, narkotika, dan migrasi tanpa dokumen.

Untuk itu, kedua negara secara rutin menggelar patroli gabungan, pertemuan koordinasi, serta program komunikasi sosial dengan masyarakat perbatasan. Kehadiran Satgas Pamtas TNI bersama TDM tidak hanya berfungsi menjaga keamanan, tetapi juga memperkuat hubungan sosial budaya masyarakat yang memiliki kedekatan historis dan kekerabatan lintas negara.

Kunjungan Panglima 3 Briged TDM ke Pos Gabma Nanga Badau mencerminkan eratnya hubungan persahabatan dan semangat kerja sama antara TNI dan TDM.

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.