HANKAM

Perkuat Kapabilitas Tempur Jarak Dekat, Kopasgat Gelar Latma CQB dengan US PAT SOFLE

Kopasgat dan US PAT SOFLE
Personel Kopasgat dan US PAT SOFLE menggelar latihan bersama dengan fokus pertempuran jarak dekat. (Foto: Dok. Dispenau)

Jakarta, IDM – Personel Komando Pasukan Gerak Cepat (Kopasgat) terus berupaya untuk meningkatkan kapabilitas tempur jarak dekat dan operasi gabungan dalam konteks misi khusus modern.

Upaya tersebut salah satunya diwujudkan melalui latihan bersama (Latma) dengan personel US PAT Special Operations Forces Liaison Element (SOFLE), yang digelar di Batalyon Komando (Yonko) 462 Kopasgat, Pekanbaru, Selasa (5/8).

Latihan ini sekaligus menjadi fondasi penting dalam membentuk prajurit Kopasgat yang siap menghadapi spektrum operasi modern, sekaligus memperkuat kemitraan strategis dengan negara sahabat.

Baca Juga: Transformasi Tempur: Helikopter Bell 412 TNI AL Dipersenjatai M134 Minigun untuk Misi Operasi Rawan

Materi latihan berfokus pada Close Quarter Battle (CQB), teknik dan strategi tempur yang digunakan dalam situasi pertempuran jarak dekat. Teknik tersebut menuntut kecepatan, presisi, koordinasi tim, serta penguasaan lingkungan sekitar, terutama dalam ruang tertutup atau terbatas.

Kopasgat
Latihan bersama yang diikuti oleh personel Kopasgat dan US PAT SOFLE dengan fokus Close Quarter Battle atau pertempuran jarak dekat. (Foto: Dok. Dispenau)

Pada tahap awal, personel Kopasgat berfokus mengasah teknik pergerakan dari ruangan ke ruangan, serta lorong ke lorong di dalam bangunan. Latihan ini bertujuan untuk melumpuhkan kekuatan musuh yang tersisa secara cepat dan efektif.

“Simulasi ini menuntut penguasaan medan dan penerapan prosedur standar taktis dalam kondisi beragam dan dinamis,” tulis Dinas Penerangan TNI Angkatan Udara (Dispenau) dalam siaran persnya, dikutip Kamis (7/8).

Baca Juga: Jelang HUT ke-62, Wara Dapat Arahan dari Ketua PIA Ardhya Garini

Latihan kemudian dilanjutkan dengan menembak senapan pada jarak 50 meter dan pistol pada jarak 25 meter, termasuk transisi senjata untuk meningkatkan kecepatan serta akurasi saat menghadapi situasi kritis.

“Kedua satuan juga melaksanakan reconnaissance operations yang dipadukan dengan kemampuan Joint Terminal Attack Controller (JTAC), dan ditutup dengan simulasi Close Air Support (CAS),” tulis Dispenau. (yas)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.