Perkuat Diplomasi Militer, Puskersin TNI Gelar Military Attaché Gathering 2024

Jakarta, IDM – Pusat Kerja Sama Internasional (Kapuskersin) TNI menggelar Military Attaché Gathering 2024 di Bogor, Senin (25/11). Agenda ini dilaksanakan sebagai bentuk diplomasi militer.
Kepala Puskersin, Laksma TNI Donny Suharto menegaskan diplomasi militer berperan penting dalam upaya penguatan hubungan bilateral dan multilateral. Langkah ini sekaligus menjadi instrumen strategis dalam menghadapi tantangan global.
“Forum ini memperkuat hubungan bilateral sekaligus menciptakan platform komunikasi efektif untuk kolaborasi strategis di tingkat multilateral,” ujar Donny dalam rilis yang diterima, Selasa (26/11).
Baca Juga: TNI Siapkan Pasukan, Respons Komitmen Prabowo Soal Bantu Palestina
Di hadapan pada atase pertahanan, Donny menyampaikan sejumlah inisiatif dan agenda multilateral yang akan datang. Beberapa kegiatan yang disebut Donny adalah pameran Indo Defence; Super Garuda Shield (SGS); dan Multilateral Naval Exercise Komodo (MNEK).
“Inisiatif-inisiatif ini diharapkan dapat memperkuat kerja sama antara Indonesia dan negara-negara sahabat dalam rangka mengjaga stabilitas kawasan Indo-Pasifik serta dunia,” terangnya.
Dalam kegiatan tersebut, para atase juga berkesempatan meninjau pameran produk industri pertahanan Indonesia. Sejumlah produk yang dipamerkan di antaranya drone dan sistem anti-drone; sistem jamming dan anti-jamming; radar canggih, serta teknologi pertahanan lainnya yang berkualitas tinggi.
Baca Juga: Puncak Latma M2MC Torchlight-24, Taifib dan AS Laksanakan Operasi Khusus
"Pameran ini tidak hanya memperkuat posisi Indonesia sebagai inovator di bidang pertahanan, tetapi juga membuka peluang kolaborasi dengan negara-negara mitra," tulis Puskersin.
Adapun agenda pertemuan tersebut dihadiri oleh sejumlah atase pertahanan berbagai negara. Mereka yang hadir adalah Amerika Serikat; Australia; Rusia; Cina; Kanada, Papua Nugini; Uni Emirat Arab (UAE); Singapura; Jepang; Turki; Serbia; serta atase pertahanan dari negara-negara di kawasan Asia, Eropa, dan Afrika. (un)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































