Perkuat Diplomasi, Komandan KRI Diponegoro-365 Kunjungi Pimpinan Angkatan Laut Oman

Jakarta, IDM - Komandan KRI Diponegoro-365 Letkol Laut (P) Wirastyo Haprabu melaksanakan kunjungan kehormatan atau courtesy call kepada Salalah Naval Unit Commander Royal Navy of Oman Captain (N) Ali Al-Khaidi, Kamis (28/12) lalu.
Dikutip dari keterangan Dispenal, Selasa (2/1), kunjungan Wirastyo yang juga selaku Komandan Satgas MTF TNI Konga XXVIII-O UNIFIL kepada pimpinan Angkatan Laut Kerajaan Oman tersebut dilakukan dalam rangka memperkuat diplomasi.
Baca Juga: Pangkostrad Beberkan Lima Modal Utama Menjadi Prajurit Kostrad
Selain itu, dalam pertemuan tersebut Wirastyo menyampaikan kegiatan selama persinggahan pada etape ketiga ini meliputi bekal ulang logistik cair, sebelum melanjutkan lintas laut ke etape selanjutnya menuju Pelabuhan Said, Mesir.
Satgas MTF TNI Konga XXVIII-O UNIFIL akan melaksanakan misi penjaga perdamaian selama satu tahun. 120 prajurit TNI AL yang diberangkatkan terdiri dari 103 anak buah kapal (ABK) KRI Diponegoro-365, yaitu 32 perwira, 51 bintara, dan 20 tamtama.
Baca Juga: Begini Cara Kodiklatal Bentuk Mental Baja 600 Siswa Dikmaba TNI AL
Selain itu, satgas juga membawa 16 personel pendukung, yakni penerbang flight engineers, air crew, perwira kesehatan, intelijen, psikologi, penerangan dan hukum serta Komando Pasukan Katak (Kopaska), dan penyelam. (at)
Hankam

Deretan Senjata Tempur Denjaka untuk Operasi Khusus Aspek Laut
Di balik nama Detasemen Jalamangkara (Denjaka), tersimpan daya gempur yang ditopang oleh persenjataan lintas platform. Satuan elite penanggulangan teror aspek laut TNI AL ini mengandalkan beragam senapan dan pistol khusus dari berbagai negara untuk menuntaskan misi di tri-matra.
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































