HANKAM

Perkokoh Pertahanan Udara, KSAU Resmikan Unit Radar Pacitan TNI AU

KSAU Marsekal TNI Fadjar Prasetyo
KSAU Marsekal TNI Fadjar Prasetyo meresmikan Unit Radar Pacitan Satuan Radar 221 Ngliyep di Pacitan, Jawa Timur. (Foto: Dok. Instagram @militer.udara)

Jakarta, IDM - Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Marsekal TNI Fadjar Prasetyo meresmikan Unit Radar Pacitan Satuan Radar 221 Ngliyep di Pacitan, Jawa Timur, pada beberapa waktu lalu.

Peresmian unit radar ini merupakan wujud komitmen TNI Angkatan Udara (TNI AU) dalam melakukan upaya modernisasi alutsista yang menjadi bagian penting dari sistem pertahanan nasional.

Baca Juga: Helikopter Panther TNI AL Pertajam Kualifikasi Ship Board Operation di KRI Makassar-590

"Radar Medium Range di Pacitan yang saat ini dioperasionalkan oleh Unit Radar Pacitan di bawah Satuan Radar 221 Ngliyep ini merupakan komitmen TNI AU dalam memodernisasi alutsista, di mana ini semua merupakan bagian penting dari sistem pertahanan nasional," kata KSAU.

Radar
Unit Radar Pacitan Satuan Radar 221 Ngliyep di Pacitan, Jawa Timur. (Foto: Dok. Instagram @militer.udara)

Penempatan radar di Pacitan, kata KSAU, dapat berfungsi sebagai pertahanan udara dan latihan operasi udara.

Baca Juga: Aksi Kodim 1708/BN, Terjun ke Laut Bersihkan Sampah Plastik

Dilansir dari keterangan TNI AU dalam instagram @militer.udara, Sabtu (3/2) dijelaskan, Radar RAT-31 DL/M merupakan produksi bersama PT Len dengan perusahaan asal Italia, Leonardo S.p.A. Radar tersebut termasuk medium long range yang mengusung teknologi 3D, mencakup range, azimuth, dan height.

Selain itu, RAT-31 DL/M memiliki kemampuan pengawasan dan jangkauan hingga 400 km, serta ketinggian deteksi pada 30.500 meter. Radar ini juga diklaim dapat mendeteksi kehadiran rudal balistik dan dilengkapi dengan perangkat untuk menghadapi peperangan elektronika/ECM. (yas)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.