HANKAM

Perkokoh Kerja Sama Militer, Delegasi TNI AU Hadiri Visitor’s Day Latihan Anatolian Eagle 2025

Visitor’s Day
Visitor’s Day latihan multinasional Anatolian Eagle 2025 yang diselenggarakan Turkish Air Force (TURAF) di Pangkalan Udara Konya, Turki. (Foto: Dok. Instagram @militer.udara)

Jakarta, IDM – Sebanyak dua personel TNI Angkatan Udara (TNI AU) berpartisipasi pada acara Visitor’s Day latihan multinasional Anatolian Eagle 2025 yang digelar oleh Turkish Air Force (TURAF) di Pangkalan Udara Konya, Turki, Kamis (26/6).

Keikutsertaan TNI AU dalam latihan tersebut menjadi wujud komitmen Indonesia untuk memperkokoh kerja sama militer internasional, sekaligus meningkatkan kemampuan pertahanan udara nasional.

Baca Juga: Kapal Perang TNI AL dan Amerika Latihan Gabungan Antikapal Selam hingga Serangan Udara

Dari rilis TNI AU yang diterima redaksi dinyatakan bahwa, kehadiran delegasi dalam latihan tersebut menjadi wujud peran aktif TNI AU sebagai angkatan udara yang adaptif terhadap dinamika global, profesional dalam pelaksanaan tugas, serta unggul dan humanis dalam membangun relasi strategis dengan komunitas pertahanan dunia.

Visitor’s Day
Delegasi TNI AU yang menghadiri Visitor’s Day latihan multinasional Anatolian Eagle 2025) di Pangkalan Udara Konya, Turki. (Foto: Dok. Instagram @militer.udara)

Anatolian Eagle merupakan latihan rutin yang telah digelar sejak 2001. Pada pelaksanaannya tahun ini, latihan akan berlangsung sejak 23 juni hingga 3 Juli 2025. TNI AU dalam keterangan resminya yang dikutip dari Instagram @militer.udara, Senin (30/6) merinci negara-negara yang ambil bagian dalam latihan ini, di antaranya Amerika Serikat (F-16C/D dari 510th Fighter Squadron); dan Azerbaijan (Su-25).

Baca Juga: Tak Hanya Latihan Tempur, TNI AL dan Amerika Kolaborasi Program Kemanusiaan

Negara-negara lainnya adalah Hungaria (Gripen); Arab Saudi (F 15R); Qatar (Typhoon); Yordania (F-16); serta dan NATO dengan pesawat pengintai E-3. Selain itu, beberapa negara lainnya hadir sebagai pengamat dalam latihan Anatolian Eagle 2025.

Adapun skenario yang dipraktikkan pada latihan tahun ini adalah skenario simulasi ancaman anti-access/area denial (A2/AD), serta operasi udara dengan intentsitas yang tinggi. Harapannya, negara-negara peserta dapat meningkatkan interoperabilitas serta kesiapan tempur mereka. (yas)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.