HANKAM

Perkokoh Diplomasi Pertahanan, Wakasau Hadiri Pembukaan Latgab Talisman Sabre 2025

Wakasau Marsdya TNI Tedi Rizalihadi.
Wakasau Marsdya TNI Tedi Rizalihadi menghadiri upacara pembukaan latihan gabungan (latgab) Talisman Sabre 2025. (Foto: Dok. Instagram @militer.udara)

Jakarta, IDM – Wakil Kepala Staf Angkatan Udara (Wakasau) Marsdya TNI Tedi Rizalihadi menghadiri upacara pembukaan latihan gabungan (latgab) Talisman Sabre 2025 (TS25) yang digelar di Sydney, Minggu (13/7).

Kehadiran Wakasau sebagai tamu VIP pada acara tersebut merupakan bagian dari undangan Angkatan Udara Australia (Royal Australian Air Force/RAAF), yang disampaikan oleh Atase Pertahanan (Athan) Australia Brigadier Micah Batt saat melakukan kunjungan kehormatan (courtesy call) ke Mabesau pada awal Juli 2025.

Baca Juga: Kunjungi Yonif 412/BES, Pangkostrad: Saya Bangga dengan Semangat dan Militansi Prajurit

Selain menghadiri upacara pembukaan, Marsdya TNI Tedi juga bertemu dengan Panglima Angkatan Bersenjata Australia (Chief of Defence Force) Admiral David Johnston, Wakil Kepala Staf Angkatan Udara Australia (Deputy Chief of Air Force) Air Vice Marshal Harvey Reynolds dan Duta Besar RI untuk Australia Siswo Pramono saat kunjungan kerjanya ke Australia.

"Pertemuan ini menjadi bagian penting dari upaya memperkuat hubungan bilateral di bidang pertahanan dan memperluas ruang kolaborasi strategis antarnegara sahabat," tulis TNI AU dikutip dari unggahan instagram @militer.udara, Senin (14/7).

latgab Talisman Sabre 2025.
(Foto: Dok. Instagram @militer.udara)

Talisman Sabre 2025 (TS25) merupakan latihan dua tahunan terbesar antara Australia dan Amerika Serikat, dengan partisipasi 19 negara mitra.

Kontingen TNI yang ambil bagian dalam latihan tersebut merupakan prajurit elite dari Koopssus, Kopassus, Denjaka dan Kopasgat. Pada penyelenggaraannya tahun ini, Latihan Talisman Sabre untuk pertama kali melibatkan Papua Nugini sebagai lokasi penyelenggara bersama Australia.

Baca Juga: Menko Polkam: Sekolah Rakyat Perkuat Ketahanan Ideologi Bangsa

Beragam skenario dipraktikkan dalam latihan tersebut, di antaranya tembakan langsung (live fire exercise), operasi amfibi, manuver pasukan darat, serta operasi udara dan maritim.

"Kehadiran lebih dari 30.000 personel, termasuk dari TNI, menjadikan latihan ini sebagai ajang kolaboratif terbesar dan paling luas dalam sejarah kemitraan militer di kawasan Indo-Pasifik," jelas TNI AU. (yas)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.