Perjelas Sasaran Malam Hari, Marinir Uji Senjata Pembidik Termal Asal Ceko

Jakarta, IDM – Korps Marinir menguji alat bidik termal Meotherm SARF 01 DF-V2 Weapon Sight asal Ceko di Labinsen Dislitbangal, Bangkalan, Madura, Selasa (29/9). Pengujian ini berfokus pada keandalan teropong dalam menangkap suhu panas tubuh atau objek untuk memperjelas sasaran di kondisi gelap gulita maupun medan berasap.
Perangkat buatan Republik Ceko ini memancarkan citra termal yang mengubah perbedaan panas objek menjadi visual jelas di layar bidik. Teknologi ini membantu prajurit Marinir menemukan posisi musuh atau ancaman tersembunyi tanpa tergantung pencahayaan alami malam hari.
Komandan Brigade Infanteri 2 Marinir Kolonel (Mar) Eko Budi Prasetyo Adi Saputro turun langsung melihat hasil tembakan saat alat terpasang di senapan serbu. Ia menyebut pengujian di lorong tembak menjadi syarat utama sebelum alutsista anyar ini dibagikan ke pasukan tempur.
Baca Juga: ASN Meninggal saat Latsarmil Komcad, Tahapan Seleksi dan Kesehatan akan Dievaluasi
"Uji fungsi ini menjadi bagian penting untuk memastikan kesiapan dan kemampuan Thermal Meotherm SARF 01 DF-V2 Weapon Sight dalam mendukung tugas operasional prajurit," kata Eko, dikutip dari keterangan Pasmar 2.
Ia menjelaskan, pengujian langsung bertujuan untuk melihat karakter teknis alat secara nyata di lapangan.
"Melalui pengujian secara langsung, kita dapat mengetahui kemampuan perangkat sekaligus memastikan kesesuaiannya dengan kebutuhan prajurit Korps Marinir," ujarnya.
Kehadiran teropong canggih ini juga menuntut kebiasaan baru bagi para prajurit di lapangan. Eko Budi menekankan bahwa penguasaan alat harus sejalan dengan latihan rutin agar teropong ini bekerja maksimal saat situasi darurat.
Baca Juga: Perkuat Keamanan Perbatasan RI–Malaysia, Panglima 3 Briged TDM Kunjungi Satgas Yonarmed 13 Nanggala
"Yang tidak kalah penting adalah kesiapan prajurit dalam mengoperasikan peralatan ini," tutur Eko.
Ia menambahkan, kecanggihan alat tidak akan berdampak besar tanpa diimbangi keterampilan prajurit yang memegangnya.
"Teknologi harus diikuti dengan peningkatan kemampuan dan profesionalisme personel sehingga dapat memberikan dukungan optimal terhadap pelaksanaan tugas," tegasnya.
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































