Peringati Hari Juang TNI AD, Jenderal Dudung Tabur Bunga di Makam Mantan KSAD

Jakarta, IDM - Memperingati Hari Juang TNI AD ke-77 yang jatuh pada tanggal 15 Desember 2022, Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Dudung Abdurachman memimpin upacara ziarah rombongan di Taman Makam Pahlawan, Kalibata Jakarta Selatan, Rabu, (24/12).
Usai upacara tersebut, KSAD didampingi sang istri menabur bunga di atas makam mantan pejabat KSAD seperti Jenderal Besar A.H. Nasution, Jenderal TNI Makmun Murod, dan lain-lain, dan juga tabur bunga di atas makam Pahlawan Revolusi, makam Presiden RI ke 3, B.J. Habibie dan makam tokoh nasional lainnya.

Selain sebagai wujud penghormatan dan mendoakan para pendahulu yang telah berjasa bagi bangsa dan negara serta TNI AD, ziarah ini juga diharapkan menjadi momentum bagi seluruh prajurit TNI AD untuk meningkatkan semangat kejuangan dan pengabdian untuk menjaga kedaulatan serta keutuhan wilayah NKRI.
Baca: TNI AD Terima Dukungan Vitamin untuk Prajurit Terdepan
Ziarah dalam rangka Hari Juang TNI AD ini juga diikuti oleh Wakil KSAD, Para Asisten KSAD dan Pejabat Utama TNI AD, serta dilakukan secara serentak oleh satuan jajaran TNI AD di seluruh Indonesia. (rr)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































