Pererat Hubungan Pertahanan, KSAU Terima Kunjungan Atase Udara Australia

Jakarta, IDM - Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Marsekal TNI Fadjar Prasetyo menerima kunjungan Atase Udara Australia untuk Indonesia Group Captain Cal Harrison di Mabesau, Cilangkap, Jakarta Timur, Rabu (15/12/2021).
Kunjungan tersebut bertujuan untuk mempererat hubungan bilateral antara kedua angkatan udara dan memperkenalkan Group Captain Ken Bowes sebagai Atase Udara Australia untuk Indonesia yang baru.
Pada kesempatan tersebut, dibahas juga mengenai rencana kunjungan Chief of Air Force (CAF) dari Royal Australian Air Force (RAAF) Air Marshal Mel Hupfeld ke Indonesia, pelaksanaan Air and Space Power Conference (ASPC) dan Latihan Exercise Pitch Black.

Di akhir kegiatan, KSAU menerima Pin Penghargaan Defence Strategic Studies Course (DSSC). Penghargaan diserahkan oleh Group Captain Cal Harrison mewakili The Commander of Australian Defence College Air Vice Marshal Stephen Edgely kepada Kasau selaku Distinguished Graduate.
Turut hadir mendampingi KSAU, Asisten Intelijen KSAU Marsekal Muda TNI I Wayan Sulaba. (yas)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































