HANKAM

Perdana, TNI AL Libatkan Dua KRI di Pelayaran Kartika Jala Krida 2025

KRI Bima Suci.
KRI Bima Suci. (Foto: Dok. Koarmada II)

Jakarta, IDM – TNI AL perdana melibatkan dua kapal lautnya sekaligus dalam pelayaran muhibah dan diplomasi Kartika Jala Krida 2025, yaitu KRI Bima Suci dan KRI Semarang-594.

Pangkoarmada RI Laksamana Madya Denih Hendrata mengungkapkan masing-masing kapal TNI AL tersebut akan menjalani rute dan waktu tempuh pelayaran yang berbeda.

"(KRI Semarang dan Bima Suci) melaksanakan pelayaran muhibah diplomasi duta bangsa, mendukung kegiatan latihan praktik Kartika Jala Krida taruna AAL tingkat III angkatan ke-72 dan mendukung Asean plus cadet sail 2025," ungkapnya dalam keterangan yang dikutip Indonesia Defense Magazine, Kamis (19/6).

Baca Juga: TNI AL Tindak Tegas Calo Pendaftaran Bintara dan Tamtama di Makassar

Denih memaparkan, KRI Semarang akan berlayar selama 35 hari, yakni 11 Agustus-15 September dengan rute berangkat dari pangkalan di Surabaya (Jawa Timur)–Lombok (Nusa Tenggara Barat)–Timor Leste–Bitung (Sulawesi Utara)–Brunei Darussalam.

Sementara KRI Bima Suci berlayar lebih lama, yakni 60 hari terhitung dari 1 Agustus-30 September melalui rute Surabaya (Jawa Timur)–Jakarta–Padang (Sumatra Barat)–Penang (Malaysia)–Sattahip (Thailand)–Brunei Darussalam-Tarakan (Kalimantan Utara)–Makassar (Sulawesi Selatan).

"Jumlah taruna AAL yang ikut pelayaran, di KRI Semarang sebanyak 107 orang dan KRI Bima Suci 97 orang beserta 50 kadet Asean dari 18 negara," jelas Denih.

Baca Juga: Pangkoarmada II Kumpulkan Komandan Kapal Perang, Bahas Apa?

Latihan Berlayar hingga Diplomasi

Selama pelayaran Kartika Jala Krida 2025 ke sejumlah negara di Asia Tenggara, para taruna AAL nantinya mempelajari navigasi astronomi di atas kapal, kebahariaan, hingga pengenalan tradisi TNI AL.

Selain itu, para taruna AAL juga bertugas melakukan kunnungan kepada para pejabat angkatan laut sejumlah negara di Asia Tenggara yang akan disinggahi KRI Bima Suci maupun KRI Semarang.

Baca Juga: Wakil KSAU Bertemu 10 Athan Periode Penugasan 2025–2027

Mereka juga akan mengunjungi tempat bersejarah di setiap daerah yang disinggahi, interaksi antarpeserta kadet Asean, hingga membuka kunjungan ke KRI Bima Suci dan KRI Semarang bagi masyarakat umum di daerah dan negara yang dikunjungi.

"Siapkan kondisi teknis masing-masing kapal, logistik seperti kesiapan bahan bakar, logistik pendukung personel, danblogistik untuk mendukung teknis kapal. Laksanakan latihan internal kesiapan prajurit dan taruna AAL untuk mendukung keberhasilan pelayaran," pesan Denih.

"Koordinasikan dengan perwakilan Indonesia di tiap-tiap negara yang akan disinggahi seperti dengan kedutaan besar Indonesia dan atase pertahanan," imbuhnya. (at)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.