HANKAM

Perdana, JAT Akan Tampilkan Manuver Udara dengan Asap 'Merah Putih' di HUT ke-80 RI

JAT
JAT akan menampilkan manuver udara dengan asap merah putih pada upacara peringatan HUT ke-80 RI. (IDM/Septo Kun Wijaya)

Jakarta, IDM – Jupiter Aerobatic Team (JAT) akan menambah semarak upacara peringatan HUT ke-80 RI yang dijadwalkan berlangsung di Istana Merdeka, Jakarta, Minggu, 17 Agustus 2025.

Untuk pertama kalinya, tim aerobatik kebanggaan TNI Angkatan Udara (TNI AU) itu akan menampilkan manuver udara dengan asap (smoke) berwarna merah putih, yang mereprsentasikan bendera Indonesia.

Salah satu penerbang JAT, Kapten Pnb I Putu Satrya Kedaton menjelaskan, persiapan asap merah putih tersebut membutuhkan proses yang panjang.

Baca Juga: Pesan KSAD untuk 176 Calon Komandan Satuan Berpangkat Letnan Kolonel

"Ini pertama kalinya Jupiter menggunakan smoke berwarna merah dan putih. Dibutuhkan proses begitu panjang untuk menyiapkan smoke merah putih ini agar bisa digunakan, karena banyak sekali hal yang harus disiapkan," jelas Kedaton saat ditemui seusai gladi demo udara di Terminal Selatan, Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, Jumat (15/8).

Penerbang JAT dengan call sign 'Bhoma' menjelaskan, belum pernah ada pesawat propeller menggunakan smoke berwarna merah putih yang keluar langsung dari exhaust, bagian saluran pembuangan mesin yang mengeluarkan gas hasil pembakaran (exhaust gases).

Pengembangan sistem asap ini dilakukan oleh TNI AU melalui Dinas Penelitian dan Pengembangan TNI AU (Dislitbangau) dengan memasang Smoke Generating System (SGS) pada pesawat KT-1B Woong Bee.

Baca Juga: TNI AL Simulasi Penyelamatan Kapal Selam di Surabaya, Libatkan 3 KRI hingga 339 Personel

Inovasi tersebut bertujuan untuk meningkatkan kemampuan pesawat latih tersebut dalam mendukung kegiatan display udara serta memperkuat identitas JAT.

Kapten Pnb I Putu Satrya Kedaton
Kapten Pnb I Putu Satrya Kedaton, salah satu penerbang JAT dengan posisi slot atau nomor 4. (IDM/Septo Kun Wijaya)

"Dengan smoke berwarna merah dan putih, lalu low speed pass, turning right. Jadi, posisi smoke merah di atas dan smoke putih di bawah, ibarat bendera merah putih sedang berkibar, begitu besar, begitu lebar dan begitu panjang di atas Istana Negara," jelas Kedaton.

Pada demo udara peringatan HUT ke-80 RI, JAT akan tampil dengan delapan pesawat KT-1B Woong Bee yang diawaki oleh 10 orang penerbang.

Baca Juga: Ribuan Personel TNI-Polri Bongkar Diskotik Ilegal Jadi Sarang Narkoba di Sumut

Mereka akan menyuguhkan sejumlah manuver udara, di antaranya arrowhead pass, low speed pass, mirror, dan arrowhead loop.

"Awalnya hanya 4 manuver. Itu sekitar 5 menit. Kemudian ditambah lagi satu manuver. Jadi kurang lebih JAT tampil sekitar 5,5 sampai 6 menit. Full kita menggunakan smoke merah dan putih," kata Kedaton.

The Jupiters, sebutan bagi para penerbang JAT, terus mengintensifkan latihan untuk memberikan penampilan terbaik bagi masyarakat Indonesia pada momentum spesial, Hari Kemerdekaan Republik Indonesia. (yas)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.