HANKAM

Perdana Ikuti Latma Keris Marex, Marine Expeditionary Unit Latih Kemampuan Perang Hutan

Komandan Batalyon Infanteri 4 Marinir Letkol (Mar) Arief Bastian Sanusi Chaniago
Komandan Batalyon Infanteri 4 Marinir Letkol (Mar) Arief Bastian Sanusi Chaniago membuka latihan bersama Keris Marex-23 di Sukabumi, Kamis (23/11). (Foto: Dok. Dispen Kormar)

Jakarta, IDM - Satuan Ekspedisi Marinir (Marine Expeditionary Unit) I US Marine Rotational Force-Southeast Asia (MRF-SEA), perdana mengikuti latihan bersama Keris Marex-23 dengan Korps Marinir TNI AL di Sukabumi, Jawa Barat, Kamis (23/11).

Dikutip dari keterangan kedutaan besar AS, Komandan MRF-SEA Kolonel Siverts mengungkapkan Keris Marex-23 adalah kesempatan penting bagi Marine Rotational Force-Southeast Asia untuk melatih kemampuan perang hutan di Indonesia.

Baca Juga: Pengamat: Jabatan KSAD Harus Diisi Jangan Biarkan Kosong Berlarut-larut

"Ini lebih dari sekadar latihan. (Latihan) ini kesempatan untuk memperkuat hubungan kami dengan Marinir Indonesia dan memperkuat kemampuan bersama kami," ujar Siverts.

Korps Marinir
Ratusan prajurit Korps Marinir TNI AL dan Marine Rotational Force-Southeast Asia dari Amerika akan mengikuti latihan bersama Keris Marex-23 dari 23 November-11 Desember di Sukabumi. (Foto: Dok. Dispen Kormar)

Sementara itu, Komandan Batalyon Infanteri 4 Marinir Letkol (Mar) Arief Bastian Sanusi Chaniago, mengatakan Keris Marex-23 adalah bentuk kerja sama militer untuk mempererat hubungan antara Indonesia dan Amerika, khususnya Korps Marinir TNI AL-US Marine Corps.

"Diharapkan para peserta saling membagi informasi update taktik tempur terkini yang dihadapkan dengan perang modern sebagai faktor pendorong terciptanya hubungan harmonis antar-marine brotherhood," ujarnya selaku Dansatgas Keris Marex-23, dikutip dari keterangan Dispen Kormar.

Baca Juga: Keris Marex-23: Ratusan Prajurit Marinir Indonesia-Amerika Tingkatkan Kemampuan Pertahanan Pesisir

Latma
(Foto: Dok. Dispen Kormar)

Sebelumnya, sebanyak 150 prajurit Korps Marinir TNI AL dan 150 anggota pasukan US Marine Corps, khususnya Marine Rotational Force-Southeast Asia mengikuti latihan bersama Keris Marex-23 yang akan berlangsung dari 23 November-11 Desember.

Pada tahun ini, Marinir Indonesia dan Amerika saling berlatih bersama untuk meningkatkan kemampuan pertahanan pesisir, menembak, senjata multikru, dan kemampuan sistem pertahanan udara gabungan tanpa awak. (at)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.