HANKAM

Perdana Digelar, Marinir TNI AL dan Korsel Latihan Tempur Bersama

Prajurit Denipam 1 Marinir
Prajurit Denipam 1 Marinir dan Republic of Korea Marine Corps (ROKMC) berfoto bersama dalam pembukaan ROK-INDO MARINEX 2026 di PMPP TNI, Sentul, Bogor, Jawa Barat, Rabu (19/8). (Foto: Dok. Dispen Kormar)

Jakarta, IDM – Pasukan khusus Korps Marinir TNI AL dan Korea Selatan (ROKMC) menggelar latihan bersama ROK-INDO MARINEX 2026 di Pusat Misi Pemeliharaan Perdamaian (PMPP) TNI, Sentul, Bogor, Jawa Barat. Latihan militer ini mencatat sejarah sebagai ajang perdana yang mempertemukan detasemen intai amfibi kedua negara di Indonesia.

Kepala Dinas Penerangan Korps Marinir (Kadispen Kormar) Kolonel (Mar) Rana Karyana mengatakan, latihan bilateral tersebut melibatkan 84 personel berkualifikasi khusus.

Baca Juga: TNI Upayakan Seluruh Titik Gempa NTT Terjangkau Bantuan

"Latma ROK-INDO MARINEX 2026 melibatkan 84 personel, terdiri atas 70 prajurit Detasemen Intai Para Amfibi (Denipam) 1 Marinir dan 14 personel ROKMC pimpinan Mayor Kwon. Ini pertama kalinya digelar di Indonesia dan ke depan disiapkan menjadi agenda rutin tahunan bergantian di kedua negara," kata Rana kepada Indonesia Defense Magazine, Jakarta, Jumat (21/8).

Pasukan khusus Marinir TNI AL
Pasukan khusus Marinir TNI AL mempraktikkan simulasi penanganan korban tempur (TCCC) saat latihan ROK-INDO MARINEX 2026 di Sentul, Bogor, Rabu (19/8). (Foto: Dok. Dispen Kormar)

Rana menjelaskan, para prajurit menjalani rangkaian latihan di dua titik, yakni PMPP TNI Sentul dan Pangkalan Udara Angkatan Laut (Lanudal) Pondok Cabe, Tangerang Selatan. Adapun jadwal resmi penutupan latihan akan diinformasikan lebih lanjut menyusul ketetapan agenda penyelenggara.

Rangkaian materi mengasah serangkaian kemampuan tempur operasi khusus, mulai dari pertolongan pertama korban perang (tactical combat casualty care/TCCC), taktik pertempuran unit kecil (small unit tactics), pertempuran jarak dekat (close quarter battle), menembak reaksi (combat marksmanship), hingga terjun tempur (military free fall).

Baca Juga: Kebakaran Hutan Merata di Indonesia, TNI AD Sigap Padamkan Api

Seluruh serial materi tersebut bermuara pada latihan berganda (full mission profile). Skenario penutup ini mengintegrasikan seluruh keahlian prajurit guna menguji koordinasi dan interoperabilitas antarsatuan di medan tugas.

Saat membuka latihan di Sentul, Komandan Denipam 1 Marinir Letkol (Mar) Aris Moko mengingatkan prajurit untuk membangun kepercayaan dan komunikasi antartim.

"Latihan ini bukan hanya tentang kemampuan bertempur, melainkan juga membangun koordinasi serta kepercayaan individu dan satuan. Melalui latihan bersama, setiap personel meningkatkan kemampuan menghadapi berbagai situasi operasi secara profesional," tutur Aris.

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.