Percepat Penanganan Karhutla, Super Hercules Angkut 2,6 Ton Dry Ice dan 7 Ton Garam untuk Modifikasi Cuaca

Jakarta, IDM – TNI mengirimkan 2,6 ton dry ice dan 7 ton garam untuk mempercepat penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Selatan lewat operasi modifikasi cuaca.
Dry ice dan garam itu diangkut menggunakan pesawat C-130J Super Hercules dari Pangkalan TNI Angkatan Udara (Lanud) Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Selasa (20/10).
Baca Juga: Profil Kolonel Inf. Erwin Agung: Berpengalaman di Bidang Intelijen, Kini Pimpin Korem 081/DSJ
Pengiriman material tersebut merupakan perintah langsung dari Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto yang menindaklanjuti arahan Presiden RI Prabowo Subianto dalam rapat terbatas penanganan karhutla di Istana Merdeka, Jakarta Pusat, Senin (19/10).

Adapun dalam rapat tersebut, Presiden Prabowo menekankan perlunya langkah penanganan yang lebih masif dan terukur, termasuk penguatan operasi udara dan pemanfaatan pesawat Hercules untuk mendukung modifikasi cuaca.
"Pengiriman material modifikasi cuaca menggunakan dry ice dilakukan sebagai tindaklanjut arahan Presiden RI untuk percepatan penanggulangan karhutla di wilayah terdampak,” kata Agus Subiyanto dalam keterangannya.
Baca Juga: Dua Tahun Presiden Prabowo, Deretan Alutsista Baru Perkuat Taring TNI
Perwira Staf Ahli Panglima TNI Marsekal Muda Esron Sinaga yang ditunjuk sebagai Wakil pengarah Tim Desk Terpadu Operasi Modifikasi Cuaca (OMC), melepas dukungan material yang menjadi bagian dari upaya TNI dalam membantu pemerintah mengoptimalkan penanganan karhutla di Kalsel tersebut.
“Melalui pengerahan sarana transportasi udara, TNI mendukung distribusi kebutuhan operasi agar pelaksanaan modifikasi cuaca di Kalimantan Selatan dapat berjalan sesuai rencana,” tulis siaran pers Pusat Penerangan TNI.
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































