HANKAM

Peran C-130J, Angkut Peralatan untuk Perbaiki Akses Transportasi di Wilayah Bencana

Pesawat C-130J TNI AU
Pesawat C-130J TNI AU angkut sling jembatan untuk perbaiki akses transportasi. (Foto: Dok. Dispenau)

Jakarta, IDM – Pesawat C-130J Super Hercules TNI AU kembali berperan penting dalam mempercepat pemulihan pascabencana dengan mengangkut sling jembatan, yang akan digunakan untuk memperbaiki akses transportasi di Kabupaten Bener Meriah, Aceh pada beberapa waktu lalu.

Pesawat bernomor registrasi A-1339 itu lepas landas dari Lanud Soewondo Medan menuju Bandara Rembele. Dipiloti Kapten Pnb Alwi Karnas, C-130J mengangkut 5 unit sling dengan total berat sekitar 6 ton. Peralatan itu akan digunakan untuk memperbaiki jembatan yang mengalami kerusakan, sehingga akses transportasi dapat kembali dibuka dan mobilitas masyarakat berangsur normal.

Baca Juga: Check D Rampung, Boeing 737-400 TNI AU Kembali Perkuat Skadron Udara 17

Selain sling jembatan, pesawat ini juga mengangkut 50 unit generator set (genset) yang akan dimanfaatkan untuk penerangan serta mengaktifkan kembali jaringan komunikasi. Berbagai bahan pangan pun turut diterbangkan untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat.

Setibanya di Bandara Rembele, seluruh muatan segera didistribusikan ke lokasi sasaran. Dengan langkah tersebut, proses perbaikan akses diharapkan dapat dipercepat dan aktivitas masyarakat dapat berangsur pulih.

Baca Juga: Kiprah TNI AD di Sumatra, dari Bangun Jembatan Bailey hingga Pasang Lampu Tenaga Surya

Kepala Dinas Penerangan TNI AU (Kadispenau) Marsma TNI I Nyoman Suadnyana menyampaikan bahwa pihaknya berkomitmen untuk terus mendukung proses pemulihan pascabencana, khususnya dalam percepatan perbaikan akses transportasi dan pendistribusian bantuan bagi masyarakat terdampak.

"Pengiriman bantuan ini diharapkan dapat mempercepat perbaikan infrastruktur dan pemulihan aktivitas masyarakat di wilayah terdampak," ujarnya melansir keterangan tertulis Dispenau, dikutip pada Selasa (16/12). (bp)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.