Peraih Adhi Makayasa 2011 Torehkan Prestasi Internasional di AS

Jakarta, IDM – Kapten Czi Henric P. Hutagalung, peraih Adhi Makayasa tahun 2011 menorehkan prestasi membanggakan di Amerika Serikat (AS).
Dilansir keterangan dari Penkostrad, Jumat, (18/10) Perwira Zeni dari Yonzipur 9/LLB/1 Kostrad ini berhasil menyelesaikan Pendidikan Engineer Captains Career Course (Diklapa 2 Zeni) di Fort Leonard Wood, Missouri, Amerika Serikat, selama enam bulan dengan prestasi yang mengagumkan.

Tak hanya itu, Henric juga berhasil meraih International Military Student Distinguished Honor Graduate Award, sebuah penghargaan bergengsi yang diberikan kepada siswa internasional terbaik.
Baca Juga: Bahas Ketahanan Pangan Nasional, Kemhan: Perlunya Sinergi Lintas Kementerian
"Ia menduduki peringkat pertama dari 16 siswa internasional dan peringkat ketiga secara paralel dari total 70 siswa yang mengikuti program tersebut," tulis keterangan Penkostrad.
Keberhasilan ini semakin mempertegas jejak karier cemerlang Kapten Czi Henric dan menambah deretan prestasi yang telah diraihnya selama bertugas di lingkungan TNI. Prestasi internasional ini tidak hanya membanggakan bagi Yonzipur 9/LLB/1 Kostrad, tetapi juga mengharumkan nama Indonesia di kancah militer global. (rr)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































