Penyelundupan Munisi Kaliber 12 Gauge di Jayapura Digagalkan

Jakarta, IDM – Petugas Bea Cukai Jayapura berhasil menggagalkan upaya penyelundupan dua butir amunisi kaliber 12 Gauge di Terminal Kedatangan PLBN Skouw, Kota Jayapura, Provinsi Papua.
Baca Juga: Lemdik Kemhan dan TNI Disiapkan untuk Latih Calon Pengawak Kopdes-Kampung Nelayan Merah Putih
Dilansir dari keterangan Bea Cukai Jayapura, Sabtu (11/4), munisi tersebut terdeteksi melalui pemeriksaan X-ray terhadap barang bawaan pelintas dari Papua Nugini. Setelah dilakukan pemeriksaan lanjutan, amunisi ditemukan di dalam tas selempang milik seorang warga negara Papua Nugini yang melintas menuju Indonesia.
Petugas Bea Cukai segera melakukan pencegahan dan menyerahkan terduga pelaku beserta barang bukti kepada aparat penegak hukum untuk proses lebih lanjut. Perbuatan tersebut diduga melanggar ketentuan di bidang kepabeanan serta aturan terkait kepemilikan dan peredaran amunisi ilegal.
Baca Juga: 44 Personel Yonko 463 Pasgat Siap Jalankan Tugas Pengamanan di Perbatasan RI-PNG
Bea Cukai Jayapura akan terus memperketat pengawasan di kawasan perbatasan serta memperkuat sinergi dengan aparat penegak hukum demi menjaga keamanan wilayah tapal batas negara. (rr)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































