Penguatan SDM Fasilitas Pertahanan Pangkalan TNI AL melalui Kaderisasi

Jakarta, IDM - Kepala Dinas Fasilitas Pangkalan TNI AL (Kadisfaslanal) Laksamana Pertama TNI Eko Sunarjanto, menekankan kaderisasi sumber daya manusia jajaran fasilitas pertahanan pangkalan.
Selain itu, ia juga menyebut efektivitas anggaran yang dialokasikan pemerintah untuk fasilitas pertahanan pangkalan.
Baca Juga: 2.313 Personel Gabungan TNI-Polri Akan Amankan Idul Adha di Jakarta
"Hingga keberadaan Satgas Penatausahaan Pemanfaatan Barang Milik Negara yang dibentuk Kementerian Pertahanan," kata Eko dalam rapat kerja teknis pertahanan pangkalan, Mabesal Jakarta, Selasa (26/6).

Asisten Logistik Kepala Staf Angkatan Laut (Aslog KSAL) Laksamana Muda TNI Agus Santoso, menyebut fasilitas pangkalan berperan penting untuk memberikan dukungan logistik yang baik.
"Dalam kegiatan Refueling, Replenishment, Repair, Rest, and Recreation kepada unsur operasional. Terlebih, pangkalan TNI AL adalah bagian dari Sistem Senjata Armada Terpadu (SSAT)," ujarnya.
Baca Juga: Kontingen Garuda Raih Kemenangan di Turnamen Tenis Meja Terbuka UNIFIL
Ia berharap melalui rapat teknis tersebut dapat mengurai berbagai persoalan yang ada dengan menentukan langkah-langkah dan rumusan kebijakan teknis bidang fasilitas pangkalan yang tepat.
Sebelumnya, penyelenggaraan rapat kerja fasilitas pangkalan adalah kegiatan tahunan yang mempertemukan seluruh pejabat Dinas Fasiltas Pangkalan TNI AL seluruh Indonesia. (at)
Hankam

Deretan Senjata Tempur Denjaka untuk Operasi Khusus Aspek Laut
Di balik nama Detasemen Jalamangkara (Denjaka), tersimpan daya gempur yang ditopang oleh persenjataan lintas platform. Satuan elite penanggulangan teror aspek laut TNI AL ini mengandalkan beragam senapan dan pistol khusus dari berbagai negara untuk menuntaskan misi di tri-matra.
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































