HANKAM

Pengecatan Tuntas, A400M Pertama untuk TNI AU Masuki Tahap Akhir Jelang Pengiriman

Pesawat A400M
Pesawat A400M pertama untuk TNI AU yang telah menyelesaikan tahap pengecatan di Lini Perakitan Akhir (Final Assembly Line/FAL) di Seville, Spanyol. (Foto: Dok. Airbus)

Jakarta, IDM – Proses produksi pesawat A400M pertama untuk TNI Angkatan Udara (TNI AU) telah memasuki tahap akhir yang ditandai dengan selesainya tahap pengecatan di Lini Perakitan Akhir (Final Assembly Line/FAL) di Seville, Spanyol.

“Pencapaian ini menjadi tonggak penting dalam proses produksi menjelang pengiriman pesawat yang dijadwalkan pada akhir tahun ini, November 2025. Langkah ini menandai transisi produksi pesawat ke tahap akhir sebelum penerbangan pertamanya,” tulis Airbus dalam keterangan resminya yang dikutip Jumat (13/5).

Baca Juga: TNI AL Akan Rehabilitasi Rumah Dinas Prajurit

Sebelumnya, Airbus telah mengonfirmasi bahwa pesawat angkut berat militer tersebut dipastikan tiba di Indonesia pada November 2025.

Indonesia dilaporkan telah memesan dua unit pesawat A400M pada 2021. Proses produksi pesawat yang kedua untuk Indonesia , yaitu MSN150, hingga saat ini masih terus berjalan, di mana pesawat tersebut telah sukses melewati tahap ‘power-on’ pertama. Artinya, sistem listrik pesawat untuk pertama kalinya dihidupkan. Saat ini, MSN150 tengah menjalani pengujian sistem hidrolik serta simulasi untuk pilot.

Pesawat A400M
(Foto: Dok. Airbus)

Kehadiran pesawat A400M diyakini dapat memperluas jangkauan operasional serta mendukung berbagai misi TNI AU, termasuk membawa muatan strategis dan taktis; evakuasi medis; serta bantuan kemanusiaan.

Baca Juga: Koopsud II Perkuat Kesiapan Operasi Udara Lewat Latihan Sikatan Daya 2025

“Dengan kapasitas angkut hingga 37 ton, pesawat A400M mampu membawa muatan berat seperti helikopter dan kendaraan militer sejauh hingga 2.400 mil laut, serta beroperasi di landasan pendek dan tidak beraspal, sehingga andal untuk misi tanggap bencana di wilayah terpencil,” jelas Airbus.

A400M juga dapat berfungsi sebagai pesawat tanker pengisian bahan bakar multi-platform yang dapat meningkatkan interoperabilitas serta kemampuan TNI AU saat melakukan beragam misi dengan durasi yang panjang. (yas)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.