HANKAM

Pengamanan Laut di KTT AIS 2023, Pangkoarmada II Tekankan Hal Ini

Pangkoarmada II Laksamana Muda Yayan Sofiyan
Pangkoarmada II Laksamana Muda Yayan Sofiyan memberikan sejumlah pengarahan terkait pengamanan laut selama penyelenggaraan KTT AIS Forum ke-1 2023 di Bali. (Foto: Dok. Dispen Koarmada II)

Jakarta, IDM - Pangkoarmada II Laksamana Muda Yayan Sofiyan memberikan pengarahan kepada personel dan unsur Satuan Tugas Laut (Satgasla) Konferensi Tingkat Tinggi Archipelagic and Island State (KTT AIS) Forum ke -1 2023, Bali, Minggu (8/10).

Selaku Komandan Satgasla KTT AIS 2023, Yayan menyampaikan pengarahan tentang pelaksanaan pengamanan laut yang harus dilaksanakan dengan serius.

"Rantai komando atau jalur koordinasi harus tergelar dengan baik," tegas Yayan, dikutip dari keterangan Dispen Koarmada II, Senin (9/10).

Baca Juga: Lanud SMH Gelar Pagelaran Wayang Kulit untuk Meriahkan HUT TNI Tahun 2023

Selain itu, Yayan menekankan kepada personel Satgasla KTT AIS 2023 untuk mengantisipasi berbagai kemungkinan situasi ke depan. "Satgasla harus mengumumkan status siaga setiap harinya," kata dia.

KTT AIS Forum
(Foto: Dok. Dispen Koarmada II)

Keselamatan material dan personel adalah hal pokok. Yayan mengatakan, jika ada situasi hostile intent hingga act, ia meminta prajurit menghadapi hal tersebut secara proporsional dan sesuai prosedur.

"Semua tenaga medis standby di kapal, dan laksanakan situation report setiap dua jam sekali," tandasnya.

Baca Juga: KTT AIS, TNI AL Kerahkan Sembilan KRI untuk Jaga Empat Wilayah Laut

Sebelumnya, sebanyak 5.336 prajurit TNI AL tergabung dalam Satgasla KTT AIS 2023, terdiri dari staf satgas, anak buah kapal (ABK) KRI, kru helikopter, Kopaska, penyelam, tim kesehatan sampai personel Lantamal dan Lanal.

TNI AL juga mengerahkan sembilan kapal perang, yaitu KRI RE Martadinata-331, KRI I Gusti Ngurah Rai-332, KRI Yos Sudarso-353, KRI Abdul Halim Perdanakusuma-355.

KRI Sultan Hasanuddin-366, KRI Sultan Iskandar Muda-367, KRI Pulau Raas-722, KRI Bontang-907, dan KRI Radjiman Wedyodiningrat-992. Terdapat pula unsur lainnya, seperti sea rider, LCVP, CN-235 hingga dua helikopter, yakni Bell dan Panther. (at)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.