Pengakuan Peserta Hamil dalam Pembekalan Manajer Kopdes-Kampung Nelayan Merah Putih, tak Ikut Kegiatan Fisik

Jakarta, IDM – Sejumlah peserta pembekalan calon manajer Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) dan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) 2026 yang hamil masih mengikuti kegiatan pembekalan, salah satunya di Pusat Pendidikan Kesehatan Pusat Kesehatan TNI AD (Pusdikkes Puskesad), Kramat Jati, Jakarta Timur.
Wahyuni (30), peserta asal Pekanbaru, Riau, mengaku kondisinya masih stabil setelah mengikuti pembekalan sejak pertengahan Juni 2026.
“Kami merasa kondisi kami sangat baik karena untuk pembina dan para komandan di sini sangat-sangat memperhatikan kami. Setiap hari, kami dicek kesehatan. Kami ada (diberi perlakuan) medis khusus, yaitu untuk yang hamil. Setiap hari kami dicek kesehatan, dari pagi, siang, hingga malam itu ditanya, dicek bagaimana kondisinya,” kata Wahyuni di lokasi pembekalan, Selasa (30/6).
Per tiga hari, lanjut Wahyuni, peserta yang hamil juga diperiksa oleh dokter obgyn atau kandungan.
Wahyuni mengaku, saat memulai pembekalan calon manajer KDKMP/KNMP, dirinya tidak mengetahui kalau sedang hamil.
Baca Juga: TNI AU dan TNI AD Perkuat Interoperabilitas Antarmatra lewat Latihan Mobilitas Udara
“Waktu (tes) kondisi kesehatan, kami belum tahu kalau hamil. Sekarang kalau untuk saya (usia kehamilan) jalan sembilan minggu,” tutur Wahyuni.
Sementara itu, Elsa Sitorus (30), peserta hamil lain, mengaku tetap melanjutkan pembekalan meski dinyatakan hamil sebelumnya. Adapun Elsa cek kehamilan dua hari sebelum pengumuman kelulusan sebagai calon manajer KDKMP/KNMP.
“Alasannya (tetap ikut) karena ya kami kan sudah lulus, kami sudah melakukan tes tahap demi tahap, sudah panjang, dan ini sudah penentu kelulusan. Makanya kami tetap datang,” kata Elsa.
Baik Wahyuni maupun Elsa akhirnya tidak diikutkan dalam kegiatan fisik. Terlebih, Kementerian Pertahanan RI bersama panitia seleksi nasional (panselnas) mengevaluasi pembekalan setelah lima peserta dinyatakan meninggal dunia.
“Kalau khusus untuk latihan militer yang di lapangan, kami hanya menyaksikan teman-teman. Jadi artinya kami tetap melihat bagaimana proses latihan, tapi kami tidak diikutkan dalam kegiatan fisik tersebut,” kata Wahyuni.
Baca Juga: Aksi Nekat 9 Prajurit TNI AD Sita Senpi Ilegal Berbuah Penghargaan
Selain itu, lanjut Wahyuni, para pembina juga informatif kepada para peserta. “Kalau seandainya kami merasa kelelahan, boleh minta izin untuk istirahat, seperti itu,” tutur Wahyuni.
Pantauan di lokasi, baik Wahyuni maupun Elsa mengenakan ban biru di lengan kanan sebagai tanda peserta hamil.
Kemudian, para peserta yang memiliki riwayat penyakit mengenakan pita putih untuk mempermudah pemantauan.

Evaluasi menyeluruh
Kemhan bersama panselnas telah mengevaluasi pelatihan bagi calon manajer atau pengelola KDKMP/KNMP setelah lima peserta Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) meninggal dunia.
“Sebagai tindak lanjut evaluasi bersama, Kemhan melakukan penyesuaian pendekatan kegiatan,” ujar Kepala Biro Informasi Pertahanan Kemhan RI Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait dalam keterangan pers, Senin (29/6).
Rico mengatakan, terminologi dan pelaksanaan kegiatan saat ini diarahkan menjadi latihan pembekalan bela negara dan manajerial, bukan latihan dasar kemiliteran (latsarmil) lagi.
“Dengan penyesuaian tersebut, kegiatan yang bersifat taktis dan teknis militer dikurangi, termasuk kegiatan menembak tidak lagi menjadi bagian dari pelaksanaan latihan saat ini,” ucap Rico.
Selain itu, intensistas kegiatan fisik juga dikurangi dan disesuaikan dengan latar belakang peserta sebagai warga sipil.
“Fokus kegiatan diarahkan pada pembentukan disiplin, karakter, kepemimpinan, kerja sama, tanggung jawab, wawasan kebangsaan, serta kesiapan manajerial peserta sebagai calon pengelola Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih dan Kampung Nelayan Merah Putih,” tutur Rico.
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































