HANKAM

Penerbang Tempur TNI AU Unjuk Profesionalisme dalam Misi AAR Latma Elang Indopura 2025

Pesawat tempur F-16.
Misi pengisian bahan bakar di udara yang dilakukan oleh penerbang F-16 Lanud Roesmin Nurjadin dengan pesawat tanker A330 MRTT RSAF. (Foto: Dok. Dispenau)

Jakarta, IDM – Penerbang pesawat tempur F-16 TNI Angkatan Udara (TNI AU) asal Skadron Udara 16 Wing Udara 6 Lanud Roesmin Nurjadin berhasil menjalani misi pengisian bahan bakar di udara (air to air refueling/AAR) dalam latihan bersama (Latma) Elang Indopura XXIII/25.

Latihan bersama tersebut digelar dengan Angkatan Udara Singapura (Republic of Singapore Air Force/RSAF). Dalam misi AAR yang digelar di kawasan Joint Training Area (JTA)-1 pada Jumat (16/5), RSAF mengerahkan pesawat tanker A330 MRTT milik 12th Squadron.

Baca Juga: Momen Kebangkitan Nasional, Dansatgas Yonif 700 WYC: Papua adalah Indonesia, Rakyatnya Tak Pernah Dilupakan

Dinas Penerangan TNI Angkatan Udara (Dispenau) dalam keterangan resminya yang dikutip Selasa (20/5) menjelaskan, misi AAR merupakan salah satu manuver udara yang menuntut presisi tinggi. Untuk itu, keberhasilan para penerbang TNI AU dalam misi tersebut telah menunjukkan profesionalisme serta ketangguhan mereka.

Pesawat tempur F-16.
Pesawat tempur F-16 yang dikerahkan oleh TNI AU dalam misi pengisian bahan bakar di udara dalam Latma Elang Indopura 2025. (Foto: Dok. Dispenau)

Selain itu, keberhasilan yang sama sekaligus menjadi bukti atas kesiapan teknis serta keandalan awak TNI AU dalam skenario pertempuran jarak jauh dan operasi udara berkelanjutan, di mana pengisian bahan bakar di udara menjadi salah satu unsur pentingnya.

Baca Juga: TNI AD Bantu Warga Nias, Tiga Bulan Akses Jembatan Terputus

“Pelaksanaan AAR bukan sekadar aspek teknis, tetapi juga bagian dari misi strategis yang memperkuat interoperabilitas antar angkatan udara. Pengalaman ini sangat penting untuk meningkatkan kemampuan operasional serta mempersiapkan mereka dalam menghadapi misi-misi kompleks di masa depan,” ungkap Executive Directore (Exdir) dari TNI AU Kolonel Pnb Adhi Safarul Akbar.

Latihan Elang Indopura XXIII/25 membuktikan bahwa kekuatan udara tidak hanya dibangun dari alutsista modern, tetapi juga dari kompetensi personel yang terus diasah melalui kolaborasi dan latihan bersama. (yas)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.