HANKAM

Penerbang Tempur TNI AU Asah Kemampuan dalam Taktik Operasi Udara Lawan Laut

Pemasangan badge CSTC
Pemasangan badge CSTC oleh Danwing 3 Kolonel Pnb Gusti Made Yoga Ambara, S.E., kepada perwakilan peserta latihan. (Foto: Dok. Instagram @lanud_iswahjudi)

Jakarta, IDM - Komandan Wing 3 Lanud Iswajudi, Kolonel Pnb Gusti Made Yoga Ambara membuka latihan Counter Sea Tactics Course (CSTC) di gedung ACMI Kapten AMN Surindro Supjarso, Selasa (2/5).

Melansir laman TNI AU, latihan ini diikuti oleh enam penerbang tempur (fighter) F-16 dari tiga Skadron Udara TNI AU, yakni Skadron Udara 3 dan Skadron Udara 14 Lanud Iswahjudi, serta Skadron Udara 16 Lanud Roesmin Nurjadin. Rencananya, latihan CSTC akan digelar selama 20 hari dengan mendatangkan instruktur dari Inggris dan Maroko.

Baca Juga: Jalani Misi IMDEX 2023, Tiga KRI TNI AL Berlayar ke Singapura

“Pelatihan CSTC bertujuan untuk mencetak penerbang tempur TNI Angkatan Udara, khususnya penerbang pesawat F-16 agar dapat mengoperasikan persenjataan serta peralatan terbaru yang ada di pesawat tempur (F-16), sehingga (mereka) dapat memaksimalkan kemampuannya dalam taktik Operasi Udara Lawan Laut (Counter Sea Tactics),” ungkap Komandan Lanud Iswahjudi Marsma TNI Irwan Pramuda dalam sambutan tertulis yang dibacakan oleh Komandan Wing 3 Kolonel Pnb Gusti Made Yoga Ambara.

CSTC
Para penerbang tempur F-16 TNI AU dan instruktur asing yang akan terlibat dalam latihan CSTC. (Foto: Dok. Instagram @lanud_iswahjudi)

Dengan meningkatnya kemampuan para penerbang tempur dalam Counter Sea Tactics, maka mereka dapat menghalau dan mempertahankan diri dari berbagai jenis ancaman kapal perang musuh/vessel dengan menggunakan persenjataan yang dimiliki saat ini.

Baca Juga: Resmi Jadi Pangdam, Eks Danjen Kopassus Disambut Meriah di Kodam XII/Tanjungpura

“Saya yakin dengan berbagai bekal ilmu dan pengalaman selama ini, kalian mampu menyerap ilmu dari para instruktur dengan baik, ikuti setiap tahapan pelatihan sesuai prosedur yang ada, sehingga dapat memberikan hasil yang optimal,” tambah Marsma TNI Irwan. (yas)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.