HANKAM

Penerbang Skadron Udara 2 Rampungkan Pendidikan Transisi dan Raih Kualifikasi Kopilot

penerbang
Danskadron Udara 2 Lanud Halim Perdanakusuma Jakarta, Mayor Pnb Ali Ngimron saat memimpin apel khusus 2 penerbang yang telah menyelesaikan pendidikan transisi pesawat CN-295. (Foto: Dok. tni-au.mil.id)

Jakarta, IDM - Dua penerbang TNI Angkatan Udara (TNI AU) dari Skadron Udara 2 Lanud Halim Perdanakusuma Jakarta berhasil merampungkan pendidikan transisi pesawat CN-295 dan meraih kualifikasi sebagai kopilot (co-pilot).

Kedua penerbang tersebut yaitu Letda Pnb Yustikasari Diana Putri dan Letda Pnb Mahesa Putra. Mereka merupakan alumni Akademi Angkatan Udara (AAU) tahun 2022. Selesainya pendidikan transisi tersebut ditandai dengan pelaksanaan apel khusus yang dipimpin oleh Komandan Skadron 2, Mayor Pnb Ali Ngimron pada Kamis (7/9).

Baca Juga: Wamenhan: Pemindahan Personel ke IKN dan Penanganan Konflik Papua Jadi Atensi pada 2024

Dalam sambutannya, Ali mengucapkan selamat kepada dua penerbang dan berharap agar mereka dapat meningkatkan kualifikasi tersebut sebagai batu lompatan untuk meraih prestasi yang lebih tinggi.

“Jadikan setiap ilmu dan pesan yang didapat dari para senior sebagai bekal dalam setiap pelaksanaan tugas yang diemban,” tambah Ali dikutip dari laman TNI AU.

Baca Juga: Dua Drone Liar Ditertibkan TNI selama KTT Ke-43 ASEAN

Sebagai informasi, Skadron Udara 2 merupakan homebase bagi pesawat CN-295 yang merupakan pesawat angkut sedang taktis (medium airlifter). Melansir laman resmi Kementerian Pertahanan (Kemhan) RI dijelaskan jika kemampuan Pesawat CN-295 dinilai sangat cocok dan ideal dengan tugas dan misi yang diemban TNI AU, di antaranya melaksanakan angkutan personel dan logistik, penerjunan pasukan dan logistik, evakuasi medis udara, patroli udara terbatas, serta penugasan militer maupun misi kemanusian lainnya. (yas)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.