HANKAM

Penerbang Helikopter Panther Latihan Jelang Pratugas Satgas MTF Lebanon 2025

berlatih jelang pratutas Satgas MTF Konga
Helikopter Panther HS-1306 berlatih jelang pratutas Satgas MTF Konga XXVIII-P UNIFIL Lebanon, pada 2025. (Foto: Dok. Dispen Puspenerbal)

Jakarta, IDM – Penerbang helikopter AS565 MBe Panther HS-1306 mengikuti latihan untuk mematangkan persiapan jelang pemberangkatan Satgas Maritime Task Force (MTF) Kontingen Garuda (Konga) XXVIII-P UNIFIL ke daerah misi perdamaian PBB di Lebanon.

Komandan Skadron Udara 100 Wing Udara 2 Pusat Penebangan Angkatan Laut (Puspenerbal) Mayor Laut (P) Kuswoyo, menjelaskan dalam latihan tersebut helikopter Panther HS-1306 terbang dari Lanudal Juanda, menuju geladak helikopter di KRI Sultan Iskandar Muda-367.

"Nantinya, (KRI Sultan Iskandar Muda) berlayar ke Laut Jawa untuk mempersiapkan personel dan alutsista menghadapi misi di Lebanon," jelas Kuswoyo, dikutip dari keterangan Dispen Puspenerbal, Sabtu (26/10).

Baca Juga: Komandan Kodiklatau Tutup Pendidikan Sekkau Angkatan ke-115

Latihan tersebut melibatkan personel helikopter yang terdiri dari Kapten Laut (P) Arif Heri, Kapten Laut (P) Ardy Paath, Lettu Laut (P) Langgeng, dan Lettu Laut (P/W) Tuffa.

berlatih jelang pratutas Satgas MTF Konga
(Foto: Dok. Dispen Puspenerbal)

"Helikopter Panther HS-1306 telah melewati serangkaian persiapan termasuk peninjauan yang dilaksanakan langsung oleh staf operasi Mabesal dalam beberapa hari sebelumnya," ungkap Kuswoyo.

Baca Juga: Penuh Sejarah, Batalyon 328 Banyak Lahirkan Pemimpin Nasional

Menurutnya, helikopter Panther HS-1306 telah terbukti handal dan tangguh, terutama saat digunakan dalam misi MTF sebelumnya di Lebanon pada masa pandemi Covid-19 lalu.

"Helikopter ini telah membuktikan kemampuannya, baik dalam operasi pengawasan maupun evakuasi, dan akan kembali menjadi tulang punggung misi MTF mendatang," ujarnya.

Adapun latihan pratugas satgas MTF Konga XXVIII-P UNIFIL dirancang untuk memastikan kesiapan operasional alutsista dan kemampuan personel menghadapi berbagai situasi yang mungkin dihadapi di area operasi, Lebanon.

Baca Juga: TNI AL dan Singapura Akan Gelar Patroli Terkoordinasi Indosin 2025

Terpisah, Komandan Wing Udara 2 Puspenerbal Kolonel Laut (P) Adam Firmansyah, menegaskan personel helikopter yang mengikuti latihan ini akan menggantikan Satgas MTF XXVIII-O UNIFIL yang saat ini masih bertugas di Lebanon bersama KRI Diponegoro-365.

Total terdapar 120 prajurit Satgas MTF XXVIII-P UNIFIL dijadwalkan berangkat ke Lebanon, Desember 2024. Hal tersebut diungkapkan oleh Kabiddukkum Babinkum TNI Kolonel Laut (H) R. Deni Nugraha Ramdani saat memberikan pembekalan hukum pada latihan pratugas Satgas MTF TNI Konga XXVIII-P UNIFIL di, Surabaya, Jumat (4/10).

"Satgas MTF ini akan on board di atas KRI Sultan Iskandar Muda-367, dipimpin Letkol Laut (P) Anugrah Anurullah. Direncanakan berangkat ke Lebanon medio Desember 2024," ungkap Deni. (at)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.