HANKAM

Penerbang dan Kru C-130J Super Hercules Rampungkan AATT, Perdalam Kemampuan Operasional

Pesawat C-130J Super Hercules
Pesawat C-130J Super Hercules yang dikerahkan dalam program Advanced Airlift Tactical Training (AATT). (Foto: Dok. Instagram @grup_1_angkut_koopsau)

Jakarta, IDM – Para penerbang serta kru pesawat C-130J Super Hercules berhasil menyelesaikan program Advanced Airlift Tactical Training (AATT) sebagai bagian dari upaya memperdalam kemampuan operasional.

Program yang berlangsung selama empat minggu sejak 31 Agustus 2026 tersebut ditutup melalui acara di Skadron Udara 31. Penutupan dipimpin langsung oleh Wakil Asisten Operasi (Waasops) KSAU Marsma TNI Satriyo Utomo, mewakili Asops KSAU Marsda TNI Suliono.

Baca Juga: TNI AL Sisir Ruang Kapal KM Virgo Transport, 4 Korban Dievakuasi

Dalam sambutan tertulisnya, Asops KSAU menegaskan bahwa hadirnya sejumlah alat utama sistem persenjataan (alutsista) baru di TNI Angkatan Udara (TNI AU), termasuk C-130J Super Hercules, menuntut peningkatan kompetensi para pengawaknya.

Wakil Asisten Operasi (Waasops) KSAU Marsma TNI Satrio Utomo
Wakil Asisten Operasi (Waasops) KSAU Marsma TNI Satrio Utomo Acara menutup program Advanced Airlift Tactical Training (AATT) di Skadron Udara 31. (Foto: Dok. Instagram @grup_1_angkut_koopsau)

“Untuk itu, program menjadi bagian penting dalam meningkatkan dan mengembangkan kemampuan serta profesionalisme awak C-130J Super Hercules,” jelas Suliono dikutip dari unggahan instagram @grup_1_angkut_koopsau, Minggu (27/9).

Ia kemudian berpesan agar pengetahuan dan pengalaman yang diperoleh selama latihan dapat diteruskan kepada personel lainnya. Suliono juga meminta seluruh hasil pelaksanaan program dijadikan bahan evaluasi untuk menyempurnakan prosedur operasi. Langkah tersebut diperlukan agar prosedur yang diterapkan tetap relevan dengan perkembangan teknologi serta kemampuan yang dimiliki C-130J Super Hercules.

Baca Juga: Piala Panglima TNI 2026, Turnamen Domino Nasional Resmi Dibuka di Cilangkap

Selama pelaksanaan AATT, para penerbang dan kru mengikuti materi dalam dua tahapan, yakni bina kelas dan bina terbang. Kedua tahapan tersebut dirancang untuk membangun pemahaman prosedur sekaligus mengasah kemampuan penerapan taktik dalam pelaksanaan operasi angkut udara, termasuk penerbangan siang dan malam.

Salah satu materi yang dilatihkan adalah tactical airdrop dan formation consol yang dilaksanakan di Lanud Suryadharma, Subang, Jawa Barat, pada 15 September 2026. Latihan tersebut disaksikan langsung Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Marsekal TNI M. Tonny Harjono, Dankodiklatau, serta sejumlah pejabat Mabesau.

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.