Pendidikan Setukba A-50, 413 Siswa Ditempa Menjadi Calon Bintara TNI AU Tangguh dan Militan

Jakarta, IDM – Sebanyak 413 siswa mengikuti Pendidikan Sekolah Pembentukan Bintara (Setukba) TNI Angkatan Udara (TNI AU) ke-50 yang berlangsung selama dua bulan di Wing Pendidikan (Wingdik) 400/Matukjur, Lanud Adi Soemarmo, Solo.
Pendidikan tersebut dibuka secara resmi oleh Komandan Pusat Pendidikan (Danpusdik) Kodiklatau Marsma TNI Sapuan di Lapangan Ksatria Yudha Skadron Pendidikan (Skadik) 402 Wingdik 400/Matukjur, Selasa (26/5).
Baca Juga: RI-Prancis Mulai Pra-Produksi Kapal Selam Scorpene Buat TNI AL
Melalui pendidikan tersebut, para siswa ditempa secara fisik dan mental untuk menjadi calon bintara TNI Angkatan Udara yang tangguh dan profesional. Proses tersebut dilakukan melalui berbagai materi pendidikan serta latihan yang dirancang untuk menanamkan disiplin, kemampuan, dan jiwa pengabdian kepada bangsa dan negara.

"Pendidikan ini membentuk prajurit TNI AU yang tangguh, militan, profesional, serta mampu menghadapi tantangan era digital dan perkembangan teknologi,” tegas Sapuan dikutip dari unggahan Instagram @wingdik400matukjur, Selasa (26/5).
Baca Juga: Daftar Empat Jenderal Angkatan Darat Singapura Lulusan Indonesia
Ia kemudian berpesan, agar ratusan siswa Pendidikan Setukba A-50 dapat senantisa menjaga disiplin, etika, loyalitas, serta selalu menunjung tinggi nilai-nilai Sapta Marga, Sumpah Prajurit, dan Delapan Wajib TNI dalam mengikuti setiap tahapan pendidikan.
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































