Penanggulangan Bencana dalam Negeri hingga Penugasan Internasional

Jakarta, IDM – Zeni TNI AD selalu berada di garis depan setiap operasi kemanusiaan. “Di setiap kebencanaan prajurit Zeni TNI AD selalu hadir,” begitulah kata Mayjen TNI Budi Hariswanto memastikan peran prajuritnya.
Tak sekadar kata, tetapi fakta membuktikannya, bahwa Zeni TNI AD tercatat sebagai satuan paling aktif terlibat dalam misi dan penugasan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
Budi mengatakan penugasan internasional dilakukan berjenjang dan bertahap. Saat ini, satuan Zeni TNI AD aktif terlibat dalam misi perdamaian PBB, khususnya di Afrika Tengah, oleh Batalion Zeni Tempur (Yonzipur) 4 dan di Republik Demokratik Kongo, oleh Resimen Zeni Pertempuran (Menzipur) 10.
Baca Juga: Jejak Bakti Pusat Zeni Angkatan Darat dalam Menyatukan Nusantara
“Tugas di luar negeri meliputi pembangunan infrastruktur jalan, rumah, serta pembangunan shelter untuk kebutuhan pasukan PBB dan masyarakat setempat,” kata Budi.

Selain di luar negeri, untuk penanggulangan bencana dalam negeri, Zeni TNI AD juga jadi pasukan paling responsif. Menurut Budi, satuannya memiliki standar kesiapan tinggi di mana personel dan alat berat harus siap berangkat dalam waktu 24 jam setelah perintah turun.
“Contohnya adalah penanggulangan bencana di wilayah Sumatra beberapa waktu lalu. Mobilisasi pengiriman pasukan dilakukan melalui jalur laut menggunakan kapal KRI maupun kapal ADRI,” kata Budi.
Baca Juga: Strategi Penyiapan SDM Pusat Zeni TNI AD
Jika merunut ke belakang, Zeni AD juga terlibat aktif dalam penanganan bencana besar seperti Tsunami Aceh tahun 2004.
“Menjadi prajurit TNI dipandang sebagai takdir dan pilihan untuk mendarmabaktikan diri kepada negara hingga tugas selesai. Meskipun menghadapi kelelahan fisik di lapangan, prajurit tetap bekerja dengan sistem pergantian dan terkadang menggunakan media sosial atau hiburan ringan untuk menjaga moril dan menghilangkan kejenuhan,” tutup Budi.
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































