Pemulihan Pascabencana, Pusgeosau Lakukan Pemotretan Udara Wilayah Terdampak di Sumbar

Jakarta, IDM – Pusat Geospasial TNI Angkatan Udara (Pusgeosau) melakukan pemotretan udara dan pemetaan wilayah terdampak bencana di Kabupaten Agam, Kota Bukittinggi, Kota dan Kabupaten Padang Pariaman, serta Kota Padang.
Kegiatan tersebut dilakukan dalam rangka mendukung Kementerian PPN/Bappenas dalam upaya pemulihan dampak bencana di Sumatra Barat.
Selama sembilan hari pelaksanaan, pemetaan yang dilakukan oleh Pusgeosau berhasil mencakup wilayah seluas 287.000 hektare di sejumlah titik lokasi yang telah ditentukan.
Baca Juga: 185 Prajurit Baru Paspampres Gelar Latihan Standarisasi dan Pembekalan PAM VVIP
Data geospasial tersebut dihasilkan oleh Pusgeosau melalui pemotretan udara menggunakan pesawat Casa NC-212 TNI AU.
Dinas Penerangan TNI Angkatan Udara (Dispenau) dalam siaran persnya yang dikutip Selasa (27/1) menjelaskan, pemotretan dilakukan dari ketinggian 1.500 hingga 1.800 kaki dengan tingkat akurasi Ground Sample Distance (GSD) mencapai 6–8 sentimeter.

"Dari hasil tersebut dapat diidentifikasi perubahan kondisi wilayah akibat bencana sebagai dasar penyusunan langkah rehabilitasi dan rekonstruksi," jelas Dispenau.
Pemanfaatan data tersebut juga mendukung target penyediaan data dasar nasional sebagai basis kebijakan pembangunan Indonesia pada 2026.
Baca Juga: 20 Poin Persyaratan Rekruitmen Prajurit Karier TNI
Hasil pemetaan tersebut kemudian diserahkan oleh Wakil Kepala Staf Angkatan Udara (Wakasau) Marsdya TNI Tedi Rizalihadi kepada Menteri PPN/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy, bertepatan dengan penandatanganan Kolaborasi Satu Data Indonesia untuk Pembangunan Pusat dan Daerah di Gedung Bappenas, Jakarta, Senin (26/1)
Dalam sambutannya, Menteri PPN/Kepala Bappenas menyampaikan apresiasi kepada TNI AU beserta seluruh instansi yang terlibat dalam dukungan data kebencanaan.
“Saya berterima kasih atas dukungan semua instansi yang telah mewujudkan contoh perlunya Satu Data Indonesia, terutama dalam penanggulangan bencana saat ini,” ujarnya. (yas)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































