Pemulihan Pascabencana, Pesawat TNI AU Evakuasi Warga Terdampak dan Angkut Cabai dari Aceh

Jakarta, IDM – TNI Angkatan Udara (TNI AU) terus membantu proses pemulihan pascabencana banjir dan tanah longsor yang melanda Aceh beberapa waktu lalu. Bantuan dilakukan melalui evakuasi warga terdampak sekaligus pengangkutan komoditi cabai dari para petani di wilayah Aceh guna mendukung pemulihan ekonomi masyarakat.
Untuk mendukung misi tersebut, TNI AU mengerahkan dua pesawat angkut berat yakni C-130J Super Hercules A-1343 dan C-130 Hercules A-1339, serta satu unit pesawat angkut ringan Cassa A-2114. Pesawat kemudian lepas landas dari Bandara Udara Rembele, Kabupaten Bener Meriah, Aceh, pada Senin (29/12).
Baca Juga: Kodam IM Kerahkan Damkar, Dorong Pemulihan Fasilitas Umum Pascabencana
Warga yang dievakuasi diterbangkan menuju Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta sebelum mereka melanjutkan perjalanan ke sanak keluarga di sejumlah wilayah di Jawa Tengah.
Selain itu, TNI AU juga melakukan evakuasi terhadap warga yang membutuhkan penanganan medis ke sejumlah rumah sakit di wilayah Medan, sekaligus menangkut relawan tenaga kesehatan dengan tujuan yang sama.

Sementara itu, komoditas cabai hasil panen petani Aceh diangkut ke wilayah Pekanbaru, melalui Lanud Roesmin Nurjadi, sebagai upaya menjaga perputaran ekonomi pascabencana.
Baca Juga: Sejarah Markas Kodiklat TNI di Serpong, Awalnya untuk Pusat Intelijen Strategis
Pangkodau I Marsda TNI Muzafar menegaskan bahwa TNI Angkatan Udara selalu mengedepankan kecepatan, ketepatan dan nilai-nilai humanisme dalam setiap penanggulangan bencana alam.
"Kali ini kembali para kru dan anggota di lapangan melalui pesawat TNI AU telah berhasil mengevakuasi warga Aceh dan membawa hasil bumi cabai untuk dijual kebeberapa daerah, ini salah satu cara menyejahterakan dan memulihkan ekonomi masyarakat pascabencana alam,” ungkap Marsda TNI Muzafar dikutip dari unggahan Instagram @kodau_1, Selasa (30/12). (yas)
Hankam

Deretan Senjata Tempur Denjaka untuk Operasi Khusus Aspek Laut
Di balik nama Detasemen Jalamangkara (Denjaka), tersimpan daya gempur yang ditopang oleh persenjataan lintas platform. Satuan elite penanggulangan teror aspek laut TNI AL ini mengandalkan beragam senapan dan pistol khusus dari berbagai negara untuk menuntaskan misi di tri-matra.
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































