HANKAM

Pemulihan Pascabencana, C-130 Hercules TNI AU Angkut Ribuan Material untuk Pembangunan Huntara ke Medan

Pesawat C-130
Pesawat C-130 Hercules yang dikerahkan TNI AU untuk mengantar 9.932 kilogram material hunian sementara menuju Lanud Soewondo, Medan. (Foto: Dok. Dispenau)

Jakarta, IDM – TNI Angkatan Udara (TNI AU) mengerahkan satu pesawat C-130 Hercules untuk mengangkut material hunian sementara (huntara) bagi masyarakat yang terdampak bencana di Provinsi Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat.

Pada misi kali ini, pesawat angkut berat TNI AU lepas landas dari Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta menuju Lanud Soewondo, Medan dengan membawa material seberat 9.932 kilogram, Sabtu (24/1).

Baca Juga: TNI AD Buka Suara Terkait Insiden Truk TNI Tabrak Polisi di Cisarua

Dinas Penerangan TNI Angkatan Udara (Dispenau) dalam siaran persnya yang dikutip Senin (26/1) menjelaskan, material tersebut selanjutnya akan didistribusikan ke sejumlah wilayah terdampak bencana.

Pesawat C-130
Personel TNI AU melakukan loading material hunian sementara ke dalam pesawat C-130 Hercules yang terbang menuju Lanud Soewondo, Medan. (Foto: Dok. Dispenau)

“Selain material bangunan, pesawat juga mengangkut alat kesehatan seberat 1.500 Kg untuk memenuhi kebutuhan layanan medis di lokasi terdampak,” jelas Dispenau.

Sebelumnya, TNI AU juga telah melakukan misi serupa dengan mengantar 12.369 ton material huntara menuju Bandara Rembele, Kabupaten Bener Meriah, Aceh, Senin (19/1).

Baca Juga: Gerak Cepat Personel Lanud Husein Sastranegara Bantu Penanganan Longsor Cisarua

Setibanya di lokasi, material diserahkan kepada perwakilan PT Waskita Karya (Persero) untuk dimanfaatkan dalam upaya percepatan penyediaan hunian yang aman dan layak bagi masyarakat terdampak.

“Pengiriman logistik tersebut merupakan bagian dari dukungan transportasi udara untuk mempercepat pembangunan fasilitas tempat tinggal bagi masyarakat terdampak bencana,” jelas Kepala Dinas Penerangan TNI Angkatan Udara (Kadispenau) Marsma TNI I Nyoman Suadnyana. (yas)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.