HANKAM

Pemerintah Beri Pelatihan Literasi Digital kepada Prajurit TNI

prajurit TNI
Pemerintah beri pelatihan literasi digital kepada prajurit TNI. (Foto: Dok. Kominfo)

Jakarta, IDM – Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) memberi pelatihan literasi digital kepada prajurit TNI di BSD Tangerang, Senin (15/07). Langkah ini dilakukan untuk menciptakan ruang digital yang aman dan nyaman.

Direktur Pemberdayaan Informatika Kementerian Komunikasi dan Informatika, Slamet Santoso menjelaskan bahwa serangan siber adalah musuh utama era digital. Ia mengatakan tentara sebagai penjaga stabilitas negara tidak boleh buta arah dalam mengantisipasi ancaman tersebut.

“Pada era transformasi digital seperti saat ini, bukan lagi serangan terbuka yang menjadi ancaman terbesar bagi bangsa Indonesia, tetapi serangan siber," kata Slamet, dikutip dari keterangan resmi, Rabu (17/07).

Baca Juga: Platoon Exchange 2024: Duet Marinir Indonesia-AS dalam Tempur Jarak Dekat

"Karena Prajurit TNI memiliki tugas pokok menjaga stabilitas dan keamanan negara, maka sangat penting bagi seluruh prajurit TNI memiliki pemahaman dan kesadaran terkait literasi digital,” sambungnya.

Kalau pun tidak mencapai fase mampu menangani, Slamet mengatakan setidaknya para prajurit mengenali serta menyadari ancaman serangan siber, terutama dalam mendeteksi hoaks, hingga tidak mudah mengetuk tautan yang beredar luas di internet.

Ia menilai pemahaman tentang mitigasi resiko juga menjadi poin penting. “Kita harus selalu curiga jika ada tautan dari pengirim yang tidak kita kenal dan mencurigakan. Karena hal itu bisa membahayakan data pribadi maupun data instansi yang terhubung dengan device kita,” tambahnya.

Baca Juga: Kapal Layar Kadet Vietnam Le Quy Don Sandar 4 Hari di Surabaya

Slamet memaparkan bahwa di era transformasi digital, kedaulatan negara tidak hanya berdasar wilayah teritorial, tapi juga ranah digital. Ia mengatakan atas dasar itu lah prajurit TNI harus mampu beradaptasi dengan teknologi dan informasi yang bergerak cepat.

Ia pun berharap prajurit yang menjadi peserta pelatihan literasi digital dapat menyerap ilmu sebanyak-banyaknya dan menerapkannya dalam tugas menjaga keamanan negara.

“Literasi digital tidak hanya tentang bagaimana penggunaan teknologi, tetapi pemahaman mendalam tentang bagaimana teknologi itu beroperasi," jelas Slamet.

Baca Juga: Pesan KSAU kepada Ratusan Paja TNI AU: Kembangkan Diri dan Adaptasi dengan Perkembangan Teknologi

"Literasi digital juga tentang bagaimana melindungi informasi vital dan sensitif dari ancaman siber, serta berpartisipasi secara aktif dan etis di dunia digital,” sambung dia.

Literasi Digital Sektor Pemerintahan kepada Prajurit TNI Gelombang 2 merupakan salah satu rangkaian kegiatan Indonesia Makin Cakap Digital (IMCD) 2024. Kegiatan tersebut dihadiri total 20.000 prajurit TNI secara online. (un)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.