Pembongkaran Pagar Laut di Tangerang Tersisa 5 Km

Jakarta, IDM – TNI AL kembali melanjutkan pembongkaran pagar laut pascasempat terhenti selama 5 hari karena kendala cuaca. Pembongkaran berhasil menyisakan 5 km, di wilayah Tanjung Pasir, Tangerang, Banten, Selasa (11/2).
"Pembongkaran pagar laut yang dimulai sejak pagi (kemarin) mencapai total sepanjang 24,9 km dengan rincian 2,4 km di wilayah Tanjung Pasir," ungkap Kepala Dinas Penerangan Angkatan Laut (Kadispenal) Laksamana Pertama I.M Wira Hady, dalam keterangannya, dikutip Rabu (12/2).
Dengan pencapaian tersebut, Wira menjelaskan dari total sepanjang 30,16 km jajaran pagar laut di wilayah Tangerang, tersisa 5,26 km yang belum terbongkar.
Baca Juga: Dankormar Minta Prajurit Korps Marinir Jadi Agen Perubahan
"Pelaksanaan pembongkaran kali ini hanya di Tanjung Pasir sedangkan di wilayah Kronjo tidak karena faktor angin kencang dan ombak tinggi yang terjadi," jelasnya.
Pada pembongkaran pagar laut di wilayah Tanjung Pasir, TNI AL melibatkan 219 personel dari Pasmar 1, Lantamal III, dan Koarmada I yang didukung dengan 10 perahu karet, 1 ranger boat serta 1 Rigid-Hull Inflatable Boat (RHIB).
Selain itu, sekitar 50 orang nelayan setempat juga turun serta membantu proses pembongkaran pagar laut ini dengan menggunakan 10 kapal.
Baca Juga: Ini Rencana Kegiatan Jelang HUT ke-64 Kostrad
"Kendala dalam pelaksanaan pembongkaran (di Tanjung Pasir) seperti angin dan gelombang tinggi, keterbatasan daya tarik mesin kapal serta pagar bambu yang banyak dipasang dua lapis," imbuh Wira.
Pekan lalu, TNI AL juga sempat menghentikan pembongkaran pagar laut di Tangerang, dengan alasan cuaca buruk dan gelombang tinggi tak kunjung reda yang menghambat para prajurit saat di laut.
"(Sempat) dihentikan karena cuaca, kalau membaik kita lanjutkan lagi. Cuaca buruk berbahaya bagi operator, angkatan laut maupun nelayan itu sendiri," ujar Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana Muhammad Ali, Jakarta, Kamis (6/2) lalu.
Baca Juga: Asah Kemampuan Mitigasi Bencana, Puskes TNI Gelar Latihan Emergency Medical Team
Ali mengatakan pembongkaran jajaran pagar laut ilegal di perairan Tangerang, mengutamakan akses nelayan di sekitar agar mereka dapat kembali mencari ikan dengan mudah.
"Kami utamakan akses nelayan dulu (agar) bisa melaut dengan mudah dan tidak membebankan bahan bakar mereka," kata Ali. (at)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































