HANKAM

Pemberdayaan Sektor Maritim , Wujudkan Indonesia Hebat

Pemberdayaan Sektor Maritim , Wujudkan Indonesia Hebat
Foto Dok./Dispen AL

Jakarta, IDM - Indonesia sebagai negara yang memiliki laut yang luas, sektor maritim memiliki peran strategis untuk itu pemberdayaan sektor maritim akan bisa mewujudkan Indonesia hebat. Pembangunan sektor maritim hanya bisa maju jika seluruh komponen bangsa bersama-sama dan bekerja demi kemajuan bangsa, demikan hasil kesimpulan Dialog Kemaritiman yang digelar TNI Angkatan Laut dalam rangka memaknai Hari Dharma Samudera yang jatuh tanggal 15 Januari bertempat di KRI Dewaruci yang bersandar di Dermaga Kolinlamil, Tanjung Priok Jakarta Utara. Kamis, (14/1). Dialog Kemaritiman ini diikuti para tokoh publik Lembaga Pemerintahan Republik Indonesia

Dialog kemaritiman mengangkat tema, “Maritim Jaya Indonesia Hebat,” tersebut, menghadirkan pembicara antara lain, Wakil Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Wamendes PDTT), Budi Arie Setiadi yang menyampaikan materi peran Kementerian Desa PDTT dalam kesejahteraan desa pesisir. Kementrian Koordinator Bidang Maritim dan Investasi RI diwakili Asdep Pengelolaan Perubahan Iklim dan Kebencanaan pada Deputi Bidang Koordinasi Pengelolaan Lingkungan dan Kehutanan Kus Prisetiahadi, S.Pi., M.Sc., Ph.D., dengan materi kebijakan Pemerintah dan keterlibatan daerah dalam pembangungan infrastruktur dan pemanfaatan sumber daya laut untuk mendukung maritim jaya Indonesia hebat.

Sedangkan narasumber lainnya yaitu Kementerian Komunikasi dan Informatika RI diwakili Direktur Layanan Telekomunikasi dan Informasi untuk Masyarakat dan Pemerintah Danny Januar Ismawan menyampaikan materi kebijakan pemerintah dalam penyiapan sarana teknologi informasi di desa-desa pesisir dan wilayah perbatasan. Selanjutnya Kementrian Kesehatan RI diwakili Kasubdit Puskesmas dr. Monika Saraswati Sitepu, M.Si., dengan materi Peran Kemenkes dalam meningkatkan kesehatan masyarakat di desa pesisir dan wilayah perbatasan, sementara Kepala Dinas Pembinaan Potensi Maritim Angkatan Laut (Kadispotmaral) Brigjen TNI (Mar) Nurri Andrianis Djatmika dengan materi Peran TNI AL dalam mendukung kebijakan pemerintah pada sektor kemaritiman.

Kegiatan dialog kemaritiman tersebut digelar agar keterpaduan, sinegitas dan kebijakan serta rencana kerja antara pemerintah dengan TNI Angkatan Laut terjalin dengan baik. “Diharapkan terjalin pemahaman dan persepsi yang sama tentang arah pembangunan yang berorientasi kemritiman untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir maupun pulau-pulau terluar dengan berpedoman pada kebijakan yang sudah dirancang khususnya sektor pariwisata,” papar Kadispotmaral

Selain acara dialog kemaritiman, dalam rangka menyambut Hari Dharma Samudera, TNI AL juga mengadakan lomba foto dan video tentang KRI Dewaruci untuk masyarakat umum dan keluarga TNI-Polri. (rgp/wan)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Prajurit Denjaka

Deretan Senjata Tempur Denjaka untuk Operasi Khusus Aspek Laut

Di balik nama Detasemen Jalamangkara (Denjaka), tersimpan daya gempur yang ditopang oleh persenjataan lintas platform. Satuan elite penanggulangan teror aspek laut TNI AL ini mengandalkan beragam senapan dan pistol khusus dari berbagai negara untuk menuntaskan misi di tri-matra.

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.