Pembekalan ke Pasis, Menhan Paparkan Konsep Perisai Trisula Nusantara dan Tekankan Postur Modern TNI

Jakarta, IDM – Menteri Pertahanan RI Sjafrie Sjamsoeddin memberikan pembekalan strategis kepada para Perwira Siswa (Pasis) Pendidikan Reguler (Dikreg) LIV Sekolah Staf dan Komando TNI TA 2025 di Kelas Ghra Widya Adibrata, Sesko TNI Bandung, Jawa Barat, Selasa (25/11).
Dalam kesempatan tersebut, Menhan Sjafrie memaparkan Konsep Perisai Trisula Nusantara, menekankan pentingnya transformasi TNI, menjabarkan nilai-nilai kepemimpinan prajurit TNI, hingga menyoroti besarnya potensi Indonesia yang harus dioptimalkan untuk memperkuat kemandirian pertahanan.
“Visi Presiden Prabowo tentang pertahanan rakyat semesta hanya dapat terwujud jika TNI memiliki pemimpin yang berkarakter, profesional, dan mampu menggerakkan kekuatan secara terpadu dengan seluruh komponen bangsa,” kata Sjafrie dalam siaran pers Biro Infohan Kemhan, Rabu (26/11).
Terkait konsep Perisai Trisula Nusantara, Menhan menegaskan bahwa sinergi ketiga matra yaitu TNI Angkatan Darat, TNI Angkatan Laut, dan TNI Angkatan Udara, merupakan tiga garda utama pertahanan negara yang harus mampu menghadapi spektrum ancaman modern secara efektif dan adaptif.
Sjafrie juga menekankan pentingnya transformasi TNI menuju postur modern yang profesional, tangguh, dan siap menjawab tantangan pertahanan abad ke-21.
“Pembangunan kekuatan ini menjadi fondasi utama dalam menjaga keutuhan wilayah dan kedaulatan NKRI,” ujar dia.

Selain itu, Sjafrie menjabarkan nilai-nilai kepemimpinan yang wajib melekat pada setiap prajurit TNI, antara lain integritas, loyalitas, kompetensi, serta keberanian dalam mengambil keputusan.
Baca Juga: PTDI Perkuat Kemampuan MRO lewat Modernisasi Sembilan Pesawat C-130 Hercules TNI AU
Karakter tersebut, kata Sjafrie, sebagai pilar penting bagi prajurit dalam menghadapi dinamika operasi yang semakin kompleks.
Di penghujung sesi, Menhan menyoroti besarnya potensi Indonesia, mulai dari sumber daya alam (SDA), kekuatan maritim, hingga posisi strategis sebagai negara kepulauan terbesar di dunia.
“Seluruh potensi tersebut dapat dimanfaatkan secara optimal apabila stabilitas keamanan tetap terjaga. Sehingga, TNI memegang peran penting sebagai garda terdepan dalam memastikan kekayaan bangsa terlindungi dan termanfaatkan bagi kesejahteraan rakyat,” kata Sjafrie.
Keesokan harinya, giliran Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto yang memberikan pembekalan kepada Pasis Dikreg LIV Sesko TNI TA 2025.
Dalam paparannya, Panglima TNI menyampaikan sejumlah isu strategis, mulai dari perkembangan lingkungan global, regional dan nasional, dinamika keamanan di Papua, hingga berbagai program pemerintah seperti Korps Kadet Republik Indonesia (KKRI), pemberantasan korupsi, serta pelaksanaan makan bergizi gratis (MBG).
“Menghadapi perkembangan lingkungan strategis yang semakin cepat sehingga mindset kultur tidak bisa hanya berpikir konvensional, harus bisa mengubah pola pikir, pola tindak sebagai perwira unggulan yang berpikir untuk kemajuan bangsa," ujar Panglima TNI. (nma)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































