HANKAM

Pembebasan Pilot Susi Air, Panglima TNI Tegaskan Tetap Persuasif: Cara Militer Berdampak Besar

Panglima TNI Laksamana Yudo Margono.
Panglima TNI Laksamana Yudo Margono. (IDM/Faisal Ramadhan)

Jakarta, IDM - Panglima TNI Laksamana Yudo Margono menekankan pihaknya tetap mengupayakan negosiasi terhadap kasus penyanderaan pilot Susi Air yang hingga saat ini telah berlangsung selama delapan bulan.

Yudo mengatakan, TNI masih menggunakan cara persuasif, bukan agresif agar tidak menimbulkan dampak kepada masyarakat.

"Itu selalu sampaikan, kita menggunakan cara-cara yang smart yang tidak timbulkan (dampak) kepada masyarakat," ujar Yudo usai acara penerimaan tim Rising Rise Tide A Ressonance di Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta, Jumat (6/10).

Baca Juga: Ini Daftar Puluhan Pesawat yang Tampil di Demo Udara Peringatan HUT ke-78 TNI

Ia mengungkapkan, TNI terus mengupayakan negosiasi dengan tokoh agama dan masyarakat setempat terkait hal tersebut. Menurutnya, pengerahan kekuatan militer justru bakal berdampak lebih berat untuk Indonesia.

"Kita tetap upayakan dengan tokoh agama dan masyarakat setempat untuk bisa melaksanakan negosiasi. Saya tidak mungkin menggunakan tenaga kekuatan militer hanya untuk itu," kata Yudo.

"Dampaknya akan lebih berat untuk Indonesia, masyarakat, khususnya di Papua, apabila saya akan gunakan operasi militer," imbuhnya.

Baca Juga: Profil Mayjen TNI Choirul Anam, Jenderal Kopassus yang Jadi Komandan Upacara HUT TNI ke-78

Pilot Philip Mark Mehrtens disandera sejak 7 Februari lalu sesaat setelah mendaratkan pesawat milik Susi Air di lapangan terbang Paro, Kabupaten Nduga, Papua Pegunungan.

Saat itu, pesawat tersebut mengangkut lima penumpang yang merupakan orang asli Papua (OAP).

Philips dan kelima OAP disebut sempat melarikan diri ke arah yang berbeda. Belakangan, diketahui kelima OAP telah kembali ke rumah masing-masing. Sementara Philips masih disandera. (at)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Prajurit Denjaka

Deretan Senjata Tempur Denjaka untuk Operasi Khusus Aspek Laut

Di balik nama Detasemen Jalamangkara (Denjaka), tersimpan daya gempur yang ditopang oleh persenjataan lintas platform. Satuan elite penanggulangan teror aspek laut TNI AL ini mengandalkan beragam senapan dan pistol khusus dari berbagai negara untuk menuntaskan misi di tri-matra.

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.