HANKAM

Pembangunan KCR-Full Combat Mission Turki untuk TNI AL, Masuki Tahap Peletakan Lunas

Pembangunan KCR-Full Combat Mission Turki.
Upacara peletakan lunas atau konstruksi KCR 70 meter full combat mission di galangan Sefine, Turki, Kamis (17/7). (Foto: Dok. TNI AL)

Jakarta, IDM – Kapal cepat rudal (KCR) 70 meter full combat mission yang akan memperkuat armada laut TNI AL, memasuki tahap peletakan lunas (keel laying) di galangan Sefine, Turki, pada Kamis (17/7).

Keel laying merupakan langkah awal kontruksi kapal. Kegiatan ini diresmikan secara simbolis oleh Kepala Pusat Konstruksi Badan Sarana Pertahanan (Kapuskon Baranahan) Brigjen Mohamad Leo Pola Ardiansa, dan turut dihadiri sejumlah pejabat delegasi TNI AL.

Baca Juga: TNI AL Tinjau Pembangunan Kapal OPV 3 dan KCR 60 di Batam

Kepala Dinas Penerangan Angkatan Laut (Kadispenal) Laksamana Pertama Tunggul, mengatakan Kementerian Pertahanan (Kemhan) meneken kontrak pembelian dua unit KCR 70 meter full combat mission dengan TAIS, konsorsium lima galangan kapal asal Turki.

"Keel laying adalah salah satu dari empat tonggak utama pembuatan kapal perang, terdiri dari pemotongan awal baja kapal, peletakan lunas kapal, peluncuran kapal, dan pemberian nama kapal," kata Tunggul, dikutip dari laman TNI AL, Selasa (22/7).

Setelah melalui empat tahapan tersebut, Tunggul menjelaskan KCR akan melalui proses pengiriman dan uji coba operasional.

"Kapal akan dikirim dan diuji coba sebelum serah terima (delivery) dari galangan ke Kemhan yang selanjutnya diberikan kepada TNI AL untuk ditugaskan menjaga kedaulatan wilayah laut Indonesia," jelasnya.

Baca Juga: TNI Bersenjata Lengkap Kawal Penyerahan Dana Kampung dan Sembako di Kabupaten Puncak

Sebelumnya, pada November 2024 Kemhan sempat mengungkapkan terkait pembangunan dua unit KCR 70 meter full combat mission di Turki, ada kerja sama dalam bentuk pelatihan-pelatihan desain dan pemeliharaan kapal.

Selain itu, ada dukungan pemeliharaan kapal dan transfer teknologi untuk sistem, sensor, elektronika, dan persenjataan kepada industri pertahanan. (at)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.