Pelatihan JEMBSC Siapkan Teknisi Muda TNI AU yang Andal

Jakarta, IDM - Para teknisi muda TNI Angkatan Udara (TNI AU) mengikuti pelatihan kerja Jet Engine Maintenance Basic Speciality Course (JEMBSC) yang dibuka secara resmi oleh Komandan Lanud (Danlanud) Sultan Hasanuddin Marsma TNI David Yohan di Skadron Teknik 044, Lanud Sultan Hasanuddin, Rabu (4/1).
JEMBSC digelar dengan tujuan untuk membekali para peserta dengan ilmu pengetahuan yang mumpuni, khususnya terkait dengan pemeliharaan/perawat mesin jet (jet engine maintenance).
“Latihan kerja ini merupakan salah satu upaya untuk mempraktekkan teori-teori yang telah diperoleh selama berada di lembaga pendidikan,” kata David seperti dikutip dari tni-au.mil.id.
Seorang personel teknik, disebut David harus mengerti kondisi pesawat yang sedang dalam masa perawatan sehingga nantinya siap operasional dalam melaksanakan misi, baik latihan maupun operasi.
Baca: Kostrad Bangun Taman “Cakra Jawara” untuk Anak-anak Distrik Yigi
Untuk itu, ia berharap para peserta dapat mengikuti latihan ini dengam baik sehingga nantinya mereka dapat terampil dan mampu menghadapi tugas dengan benar sesuai dengan prosedur yang ada. (yas)
Hankam

Deretan Senjata Tempur Denjaka untuk Operasi Khusus Aspek Laut
Di balik nama Detasemen Jalamangkara (Denjaka), tersimpan daya gempur yang ditopang oleh persenjataan lintas platform. Satuan elite penanggulangan teror aspek laut TNI AL ini mengandalkan beragam senapan dan pistol khusus dari berbagai negara untuk menuntaskan misi di tri-matra.
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































