HANKAM

Pekan Ini, Jokowi dan Prabowo Akan Disematkan Brevet Kehormatan 'Hiu Kencana'

Presiden Jokowi bersama Menhan sekaligus presiden terpilih Prabowo Subianto.
Presiden Jokowi bersama Menhan sekaligus presiden terpilih Prabowo Subianto. (Foto: Dok. Instagram @prabowo)

Jakarta, IDM – Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Menteri Pertahanan (Menhan) sekaligus presiden terpilih Prabowo Subianto, direncanakan menerima brevet kehormatan 'Hiu Kencana' dari Satuan Kapal Selam TNI AL, pada pekan ini.

Hal tersebut diungkapkan oleh Komandan Satuan Kapal Selam Kolonel Laut (P) Yulius Azz Zaenal saat memaparkan rencana garis besar penyematan brevet yang dipimpin oleh Pangkoarmada II Laksamana Muda Ariantyo Condrowibowo, Surabaya, Selasa (24/9).

Yulius mengatakan penyematan brevet juga akan diberikan kepada Wakil Presiden Ma'ruf Amin, Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Pratikno, Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Agus Harimurti Yudhoyono.

Baca Juga: Kopassus Borong 16 Medali di Kejuaraan Menembak Peringati HUT ke-79 TNI

Lalu, ada Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Sakti Wahyu Trenggono, dan Menteri Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono.

"Kegiatan rencananya diselenggarakan pada 28 September di Komando Lintas Laut Militer (Kolinlamil), Jakarta Utara," ujar Yulius, dikutip dari keterangan Dispen Koarmada II, Rabu (25/9).

Adapun Satuan Kapal selam TNI AL yang secara resmi dibentuk pada 12 September 1959 ini memiliki tradisi pengangkatan sebagai warga kehormatan kapal selam kepada yang berjasa dalam mendukung pembinaan kapal selam sebagai bagian Sistem Senjata Armada Terpadu (SSAT).

Selain penyematan brevet kehormatan Hiu Kencana, Yulius mengungkapkan bakal ada pemberian anugerah tanda kehormatan 'Samkaryanugraha' untuk KRI Nanggala-402 kepada Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana Muhammad Ali.

Baca Juga: Daftar Lengkap Sertijab 2 Pangdam dan 3 Jabatan Strategis di Angkatan Darat

"Penganugerahan tanda Samkaryanugraha akan diberikan oleh Panglima TNI," lanjutnya.

Pada kesempatan yang sama, Ariantyo menegaskan kepada seluruh panitia untuk bekerja keras mendukung acara penyematan brevet kehormatan Hiu Kencana dan penganugerahan tanda kehormatan Samkaryanugraha.

"Kerja keras untuk mendukung terselenggaranya acara agar dapat berjalan dengan baik, aman, dan lancar," ucapnya. (at)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.