HANKAM

PBB Minta Tambahan Unit Helikopter ke TNI untuk Misi Perdamaian

PBB Minta Tambahan Unit Helikopter ke TNI untuk Misi Perdamaian
(Dok. YouTube Puspen TNI)

Jakarta, IDM - Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa, menerima audiensi para pejabat senior Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), salah satunya Director Division For Special Activities (UN DOS) Rick Martin. PBB memberikan masukan kepada TNI untuk dapat berpartisipasi mengirimkan unit helikopter dalam melaksanakan misi PBB.

Martin mengungkapkan, salah satu kesenjangan dalam kemampuan dan pemeliharaan perdamaian PBB saat ini adalah aviasi atau penerbangan. Ia mengaku, selama beberapa tahun PBB lebih mengandalkan penerbangan komersial daripada militer. Namun, sebagian besar vendor penerbangan komersial PBB adalah Rusia dan Ukraina.

PBB Minta Tambahan Unit Helikopter ke TNI untuk Misi Perdamaian
(Dok. YouTube Puspen TNI)

"Saat ini hal tersebut merupakan masalah bagi kami. Jadi, sekarang kami bahkan lebih berharap atau bergantung pada pengadaan pesawat militer tambahan, terutama helikopter," ungkap Martin dikutip dari YouTube Puspen TNI, Senin (21/11).

Menanggapi hal tersebut, Andika mengungkapkan TNI tidak memiliki jumlah helikopter yang cukup. Terlebih, Indonesia negara kepulauan besar dan penggunaan helikopter sangat dibutuhkan dalam penanganan bencana alam. Namun, ia akan berupaya maksimal memenuhi permintaan PBB sesuai kapasitas serta alat utama sistem persenjataan (alutsista) TNI.

Baca: Ratusan Perwira Militer dari 85 Negara Ikuti Workshop SWIRMO di Bali

"Ini sebuah tantangan. Jadi, bagaimana kami mengalokasikan atau mengakses helikopter ke PBB," kata Andika.

Selain dihadiri oleh Martin, para pejabat senior PBB lainnya yang turut ikut dalam audiensi bersama Andika di Mabes TNI, Jakarta adalah Office of Military Affairs Brigadier General Nazmul Haque Chief of Staff, dan Senior Manager UN DOS Takakazu. (at)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.