Patut Dicontoh! Prajurit TNI Kembalikan Tas Berisi Ribuan Dolar Milik Pemudik

Jakarta, IDM – Prajurit TNI AD, Sersan Dua (Serda) Bayuli yang bertugas sebagai Komandan Pos (Danpos) Pam Rest Area KM 87 dari Kodam XXI/Raden Inten (RI) menemukan tas berisi uang ribuan dolar.
Dilansir dari keterangan Penkodam XXI/RI, Rabu (25/3), tas tersebut langsung diamankan dilakukan upaya pencarian pemiliknya.
Baca Juga: TNI AL Gembleng Mahasiswa STTAL Kuasai Alutsista Mandiri Berdaya Gentar Tinggi
"Namun tidak ditemukan identitas, sehingga tas diamankan di Pos Pam.Tidak lama kemudian, seorang warga melapor kehilangan tas di Pos Pam," tulis keterangan Kodam XXI/RI.
Setelah dilakukan verifikasi dan data dinyatakan sesuai, tas tersebut dikembalikan kepada pemilik atas nama Bapak Alimi.Tas tersebut berisi dokumen penting, uang rupiah, serta ribuan dolar, dan setelah diperiksa dinyatakan lengkap oleh pemilik.
Baca Juga: Pesawat Airbus A400M Kedua Dijadwalkan Tiba di Indonesia Akhir Maret Ini
"Tindakan ini menjadi bukti nyata profesionalisme, kejujuran, dan tanggung jawab prajurit TNI dalam menjaga kepercayaan masyarakat," tulis Kodam XXI/RI. (rr)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































