Patkor Malindo 2025: Empat Kapal Perang RI–Malaysia Siaga di Selat Malaka

Jakarta, IDM – Empat kapal perang Indonesia dan Malaysia dikerahkan dalam Patroli Terkoordinasi (Patkor) Malindo-170/25, yang resmi dibuka di Langkawi, Malaysia, Senin (10/11).
Dari pihak Indonesia, dua unsur Bawah Kendali Operasi (BKO) Gugus Keamanan Laut (Guskamla) Koarmada I, yakni KRI Bubara-868 dan KRI Torani-860 dilibatkan. Sementara dari Tentera Laut Diraja Malaysia (TLDM), unsur yang turut serta adalah KD Kinabalu-14 dan KD Ledang-13.
Patkor ini berada di bawah komando Komandan Satgas Patkor Malindo-170/25 Letkol Laut (P) Novie A. Dolonseda, yang juga menjabat sebagai Komandan KRI Tuna-876.
Baca Juga: Kapal Perang Butuh Operator Andal, TNI AL Gelar Latihan Radar dan Gyro
“Melalui Patkor Malindo ini, sinergi dan interoperabilitas antara TNI AL dan TLDM semakin diperkuat dalam rangka menjaga stabilitas keamanan maritim serta menekan berbagai bentuk pelanggaran dan tindak kejahatan di perairan strategis Selat Malaka,” ujar Novie, dikutip dari keterangan Dispen Koarmada I, Selasa (11/11).
Rangkaian kegiatan pembukaan Patkor Malindo-170/25 diawali dengan penyambutan delegasi TNI AL di Dermaga Mawilla 3 Langkawi, dilanjutkan dengan courtesy call kepada Panglima Mawilla 3 TLDM, upacara pembukaan, olahraga bersama, dan jamuan malam.
Setelah itu, unsur kapal kedua negara melaksanakan latihan gabungan di laut, mencakup uji komunikasi antarkapal (communication check), manuver keluar pelabuhan (leaving harbour), latihan manuver perwira jaga anjungan, serta formasi lintas hormat bersama (sail pass).

Patkor Malindo digelar empat kali dalam setahun oleh TNI Angkatan Laut dan TLDM. Sepanjang 2025, kegiatan ini sudah berlangsung empat seri.
Seri pertama, Patkor Malindo-167/25, digelar pada 16–28 Februari dengan area operasi perairan Selat Malaka bagian utara. Saat itu, unsur yang dikerahkan dari TNI AL antara lain KRI Bubara-868 dan KRI Lemadang-632, sedangkan TLDM mengirim KD Laksamana Hang Nadim-134 dan KD Jerai-12.
Baca Juga: TNI AD Aktifkan Sekolah yang Terhenti Akibat Insiden Pilot Susi Air Disandera
Berikutnya, Patkor Malindo-168/25 dilaksanakan 23 Juni–2 Juli di perairan sekitar Belawan dan Port Klang. Dua kapal perang TLDM sandar di Belawan untuk membuka kegiatan, sementara unsur TNI AL mengerahkan KRI Beladau-643 dan KRI Siada-862.
Seri ketiga, Patkor Malindo-169/25, berlangsung 10–24 September di Selat Malaka bagian tengah, melibatkan KRI Bubara-868 dan KRI Torani-860 dari Indonesia serta KD Ledang-13 dan KD Kinabalu-14 dari Malaysia.
Adapun kegiatan yang kini tengah berlangsung, Patkor Malindo-170/25, menjadi seri penutup tahun 2025. (at)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































