Pasukan Tengkorak Siap Dikirim ke Papua

IDM - Memastikan kesiapan tugas operasi di Papua, Satgas Kodim Yonif Para Raider 305/Tengkorak menggelar latihan Pratugas di Ciwidey, Bandung, Senin, (11/7). Latihan ini dibuka secara resmi oleh Komandan Brigade Infanteri (Danbrigif) Para Raider 17 Kostrad Sakti Budi Bhakti Kolonel Inf Fendri Navyanto Ramita.
"Tingkatkan teritorial dalam latihan agar bisa harmonis antara semua kelompok masyarakat sehingga jalinan kebersamaan dan rekonsiliasi yang selama ini sudah terwujud dengan baik dapat dipertahankan bahkan ditingkatkan,” ujar Fendri dalam amanat pembukaan latihan.
Ia pun berpesan kepada peserta latihan agar dapat menempatkan diri sebagai mediator yang netral apabila menghadapi konflik yang melibatkan kelompok yang mempunyai perbedaan pendapat atau pandangan.
“Kalian perlu memperbanyak dialog dan komunikasi sosial dengan semua komponen masyarakat,” katanya.
Latihan Pratugas ini satgas dengan julukan tengkorak ini akan berlangsung selama 12 hari. Mereka akan dibekali dengan berbagai materi latihan dari berbagai bidang diantaranya Bidang Hukum, Bidang Teritorial, Bidang Intelijen dan Bidang Kesehatan. (rr)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































