Pasukan Marinir RI dan Militer AS Kepung Kelompok Musuh di Hawaii

Jakarta, IDM – Prajurit Korps Marinir TNI AL bersama militer Amerika Serikat (AS) dan Fiji merebut kembali kawasan Kadar Village dari penguasaan musuh di Marine Corps Training Area Bellows, Hawaii, Jumat (10/7). Operasi penyerbuan terukur lintas negara ini bergulir sengit demi melumpuhkan kekuatan lawan di wilayah Pasifik.
Aksi pertempuran perkotaan (military operations on urban terrain/MOUT) tersebut menjadi bagian dari agenda krusial pada latihan multilateral Rim of the Pacific (RIMPAC) 2026. Pihak penyelenggara merancang skenario berskala tinggi ini untuk menguji kesiapan tempur pasukan multinasional.
Baca Juga: TNI AL Uji Fungsi Roket 122 MM Serbia untuk Marinir
Simulasi bermula saat area Kadar Village jatuh ke tangan kelompok musuh bersenjata yang menyandera sejumlah warga sipil. Merespons ancaman tersebut, pasukan gabungan langsung merancang taktik pengepungan untuk mengunci ruang gerak lawan, menyisir area dari bahaya, hingga akhirnya sukses menyelamatkan para sandera.
Komandan Unsur Tugas Marinir RIMPAC 2026 Letkol (Mar) Huda Prawira menjelaskan, pengujian di medan perkotaan yang rumit ini bertujuan untuk mengasah interoperabilitas atau kemampuan kerja sama operasi taktis antarnegara.

"Melalui latihan ini, prajurit Marinir Indonesia semakin memperkuat kemampuan tempur, kerja sama taktis, serta kesiapan melaksanakan operasi bersama mitra internasional dalam setiap penugasan," kata Huda, dikutip dari keterangan Dispen Kormar, Minggu (12/7).

Keberhasilan operasi pengepungan ini sekaligus memperpanjang catatan impresif Korps Baret Ungu selama berada di Hawaii. Sebelumnya, pasukan Marinir TNI AL juga sukses menuntaskan serangkaian materi berat, mulai dari taktik penyamaran medan gundul (kamuflase gurun), teknik pertempuran jarak dekat (close quarter battle/CQB), hingga latihan menembak reaksi cepat dengan target siluet manusia sejauh 400 meter.
Baca Juga: Wakil KSAU Tekankan Modernisasi Alutsista Harus Sejalan dengan Penguatan Siber
Bahkan, performa individu prajurit Indonesia sempat memicu kekaguman Korps Marinir AS (USMC). Penembak jitu Serda (Mar) Agus Supriyanto berhasil menyarangkan 23 peluru tepat di titik tengah sasaran (bullseye) dari total 30 tembakan. Capaian ini berbuah pemberian koin tantangan (challenge coin) sebagai simbol kehormatan tertinggi dari Komandan Batalion ke-2 Infanteri ke-7 Marinir AS Letkol C.A. Elsasser.
Keterlibatan aktif Marinir TNI AL dalam RIMPAC 2026 ini merupakan bagian dari strategi diplomasi militer global Indonesia. Latihan besutan Angkatan Laut AS Wilayah Pasifik (US Pacific Fleet) ini mengonsolidasikan 30 negara dengan kekuatan 30.000 personel militer untuk menjaga stabilitas keamanan dan jalur perdagangan di kawasan Indo-Pasifik hingga 31 Juli mendatang.
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































