Pasukan Kopaska Meluncur dari Tabung Torpedo Kapal Selam di Selat Madura

Jakarta, IDM – Dua satuan elite TNI AL, Satuan Kapal Selam (Satsel) dan Satuan Komando Pasukan Katak (Satkopaska) Koarmada II, menggelar latihan ekstrem di perairan Selat Madura, Sabtu (16/5). Mereka mensimulasikan peluncuran pasukan khusus langsung dari dalam tabung torpedo kapal selam yang berada di bawah air.
Latihan penyegaran (refreshing) ini menyasar peningkatan kemampuan penyusupan senyap (silent infiltration). Metode tersebut mengharuskan prajurit keluar dari lambung kapal selam yang menyelam di kedalaman laut tanpa terdeteksi oleh radar atau sonar musuh, demi menembus jantung pertahanan lawan secara rahasia.
Baca Juga: Dua Jenis Senjata Jet Tempur Rafale Diperkenalkan, Berikut Spesifikasinya
Kepala Dinas Penerangan Koarmada II Kolonel Laut (P) Antonius Februar, memaparkan integrasi taktis ini menuntut presisi mutlak dan koordinasi ketat antara awak kapal selam dengan tim penyerbu dari pasukan Katak.
"Prajurit Kopaska harus mampu melaksanakan penyusupan senyap secara profesional. Di sisi lain, awak kapal selam bertugas memastikan seluruh prosedur peluncuran dari tabung torpedo berjalan aman, tepat, serta sesuai standar operasi," ujar Antonius, dikutip dari keterangan Dispen Koarmada II, Senin (18/5).

Suasana di dalam kompartemen sempit kapal selam terlihat sangat padat dan kompleks menjelang peluncuran. Beberapa personel Satsel yang mengenakan kaus seragam hitam bertuliskan "Kapal Selam" tampak sibuk berkoordinasi dan memantau rupa-rupa panel instrumen yang dipenuhi kabel, indikator, dan peralatan taktis.

Tak jauh dari mereka, prajurit Kopaska sudah bersiap penuh dengan perlengkapan tempur selam. Satu tim penyerbu terlihat mengenakan pakaian selam lengkap, helm taktis, dan alat pernapasan (rebreather). Mereka juga menyiapkan alat pendorong penyelam (diver propulsion device) HP 20MP, sebuah tabung bertenaga jet berbentuk proyektil berwarna hitam, yang akan membantu mobilitas mereka di bawah air menuju target.
Baca Juga: Momen KRI I Gusti Ngurah Rai Manuver Taktis Bareng Fregat Belanda HNLMS De Ruyter
Kerja sama tingkat tinggi menjadi kunci manuver berisiko ini. Begitu prosedur internal selesai, tim Kopaska merangkak masuk satu per satu ke dalam lubang sempit tabung peluncur torpedo. Pintu kedap air kemudian ditutup, dan prajurit di dalam tabung harus menunggu proses penyeimbangan tekanan air sebelum akhirnya tabung torpedo dibuka ke laut lepas.
Dari sudut pandang interior di dalam tabung, terlihat ruangan lingkaran logam kelabu yang panjang, sempit, dan gelap, dengan alur-alur teknis untuk meluncurkan proyektil. Di ujung tabung, personel Kopaska yang sudah berada di posisi tiarap harus fokus penuh untuk meluncur keluar menembus kegelapan laut. (at)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































